Selasa, 07 Agustus 2018

BIOGRAFI SINGKAT

Bahagia hanya datang sebentar dan pergi tetapi penderitaan selalu ada di setiap waktu.
Dinamika hidup ini sangat penting maka saya mencoba untuk menceriterakan dalam tulisan singkat dari sejak kecil sampai dengan sekarang saya ada.

Selama 9 bulan mama telah mengandung saya, sampai dengan waktunya tiba mama telah melahirkan saya dengan sempurnah. Pada tanggal 21 desember 1992 di kebun tempat mama kerja. Setelah mama melahirkan saya pulang dengan hasil kebun ke rumah, ayah meihat dengan air mata bahagia, Betapa kuatnya mama sampai tanpa pertolongan orang mama melahirkan saya di kebun yang hina, Jerih paya mama selalu lakukan untuk membesarkan saya dari sejak bayi, balita, sampai dengan anak-anak, saya tidak tahu saya rewel atau penurut tetapi kadang mama cerita tentang saya.  Kadang kamu menangis dimana saja, mama tidak pusing untuk duduk menyusui  kamu agar diam dan tidur nyenyak supaya mama menyelesaikan pekerjaan mama. Kadang saya pikir kapankah saya akan membalas kebaikan dan pengorbanan mama untuk saya sampai degan detik ini.

  1. Anak-anak
Saya selalu menghabiskan waktu bersama dengan teman sepermain di hutan dimana saja, tetapi kami tidak pernah berpikir pulang makan apa? Hidupku hanya tergantung pada kedua orang tua saya, walau saya tidak membantu menjaga ternak, cari kayu bakar dan timba air, adalah wajib sebagai anak-anak. Tetapi kasih sayang orang tua tidak pernah hilang marah sebentar hilang sebentar, walau kami nakal tidak penurut nasihat orang tua tetapi mama dan papa selalu menyiapkan makanan yang bagus dan besar untuk kami anak-anak agar kami cepat besar dan sehat.

  1. Masa SD
Bayak orang berkata saya ini tukang tidur di jalanan entah dimana ada kotorang atau pecek, saya sampai saat ini tidak pernah percaya dengan cerita orang terhadap saya. Tetapi menurut cerita orang kisah hidup saya di waktu SD memang beda dengan teman-teman lain. Tahun 1998 saya diantar ke SD INPRES KOSAREK untuk masuk sekolah, pikiran saya sebenarnya tidak begitu paham apa itu sekolah? Tetapi banyak teman-teman menawarkan dengan kelebihan di sekolah dan makan yang enak-enak ketika masuk sekolah. Wah saya tertarik dengan bujukan itu sampai dengan saya beta di sekolah. Hampir setiap hari saya diantar oleh papa saya ke sekolah, kadang dengan kaka kelas saya. Sampai dengan Tahun 2004 saya selesai Ujian Nasional dan dinyatakan LULUS. Hati saya gembira saya mendengar kata lulus, walau tidak pikir untuk lanjutnya dimana?

  1. Masa SMP
Setelah ujian selesai tahun 2004, kami ada sekitar 30 orang siswa diantar ke kota oleh masing-masing orang tua untuk daftar sekolah, waktu itu kebetulan SMP YPK BETLEHEM WAMENA masih buka pendaftaran. Akhirnya saya masuk dan papa belikan saya perlengkapan sekolah, setiap hari dengan semangat ke sekolah. Tetapi papa berkata sekarang kamu harus hidup mandiri di kota saya akan berangkat ke kampung, sayapun menangis karena ada papa di samping saya hidup sedikit lengkap namun jika papa berangkat apa yang saya harus lakukan, nantinya tidak ada kasih sayang orang tua. Tetapi saya merelakan papa untuk berangkat ke kampung saya harus tinggal sendiri.
Hidup jauh dari orang tua seperti “hidup sebatang kara” karena orang-orang yang ada bersama dengan kita tidak mungkin memiliki hal kasih sayang untuk kita apalagi kita ini bukan siap-siapanya mereka. Saya melewati banyak sekali rintangan dan tantangan di kota. Pertama lapar, ketika pulang sekolah tidak ada makanan di rumah tidur sambil pegang perut. Kedua hujan dan panas,  ketika pulang sekolah selalu situasi ini akan hidup bersama. Ketiga menangis, hal ini tidak pernah hilang dari diri saya hampir setiap hari saya menangis, ketika ingat mama dan adik-adik, atau sakit dan lapar.
Saya harus mencari pekerjaan yang halal untuk mencukupi kebutuhan nasi satu piring, dengan cara menjual kue keliling kota menawarkan pekerjaan ke orang-orang. Tetapi saya pernah ada orang tua angkat yang menyuruh untuk berjualan kue di Pasar, saya terima tawaran mereka dengan senang hati. Ketika saya berjualan yang paling saya takuti adalah anak-anak jalanan dan orang mabuk, sebab mereka tidak memandang siapakah kita atau entah darimana biasanya merampas kue dan pukul, dan hal itu saya pernah alami. Betapa pahitnya hidupku diwaktu SMP, sampai dengan ujian telah terselesaikan dengan baik tahun 2007.
Setelah menyelesaikan SMP saya harus pulang ke kampung untuk menengok orang tua kalau saya sudah selesai ujian. Ada beberapa teman yang selesai ujian bersamaan sehingga kami dengan rombongan pulang ke kampung. Setelah tiba di kampung mama menjemputku dengan air mata sebab selama SMP di kota tidak pernah bertemu dengan mama, mama senang sekali dan terharu melihat saya datang dari kota dengan kondisi yang beda mama berlari dan memeluk saya erat-erat. Mama menangis di hadapan saya, saya bingung apakah saya datang ini membawa rasa iba untuk mama ataukah keadaan di keluarga berubah? Mama hanya berkata saya rindu kamu selama ini jadi mama menangis. Saya hany berpikir di hati lebih dari itu saya juga menyimpan rasa Rindu untuk mama dan papa teruatama keluarga besar ini.

  1. Masa SMA
Setelah tinggal di kampung merasakan kehangatan keluarga sekarang,  berpikir untuk ke kota tetapi mama dan papa tidak menjawab apa untuk saya. Sehingga saya memutuskan untuk tinggal di kampung hari itupun saya berari ke hutan untuk berburu. Di pagi hari pesawat masuk di distrik sehingga saya harus berlari tak henti-henti sampai tiba di distrik teryata yang datang mereka dari Amerika sebagai Turis. Saya harus menawarkan kepada mereka untuk saya menjadi tukang angkut barang dari kosarek ke Anggruk. Ternyata terkabul niat saya, pada kesokan harinya saya pamit kepada orang tua saya untuk kembali ke kota. Mama hanya berkata saya tidak kasih apa-apa untuk kamu hanya mama menitipkan nasihat ini untuk kamu “jika kamu ke kota kamu jangan pernah melupakan doa, pasti cita-citamu akan terwujud jika kamu dekat dengan Tuhan” Saya hanya berkata terima kasih kepada semua keluarga saya. Mama hanya menangis dan menangis tiada hentinya.
Keesokan harinya kami berangkat dari kosarek ke Anggruk, selama 4 hari dalam perjalanan sampai tiba dengan baik. Puji Tuhan mereka kasih kasil cape kami sebanyak RP. 1.200.000;- bagiku itu nilai yang sangat besar. Sampai tiba dengan selamat di kota dan saya mendaftar di SMK Yapis Wamena di Jurusan Tehknik Komputer dan Jaringan walaupun saya tidak tahu komputer saya lulus. Selama 3 tahun saya sekolah akhirnya saya lulus tahun 2010 dengan Nilai yang sangat memuaskan.          
Setelah selesai saya kembali ke kampung untuk meminta dukungan orang tua untuk masuk kuliah. Setelah tiba di kampung mama melakukan hal yang sama hampir setiap hari menangis, sayapun bingung kenapa mama menangis? Sayapun tidak enak melihat mama menangis saya tanya mama kenapa? Mama jawab mama tidak ada uang untuk anak lanjut ke Kuliah sampai mama emosi berengkar dengan papa, usaha kerasnya papa mencarikan saya uang 3 juta untuk masuk kuliah. Saya tidak tahu berapa harga di kuiha? Saya kembali ke kota dan beli tiket untuk berangkat ke Jayapura.

  1. MASA KULIAH
Saya tiba di jayapura dan tinggal bersama dengan orang tua angkat saya di Polimak II. Uang yang saya bawa itu sebagian jadikan tiket dan uang taksi serta uang makan saya lupa untuk masuk kuliah dan daftar. Setiap hari saya bingung mau buat apa? Suatu waktu ada orang datang ke rumah untuk menawarkan saya kerja, kebetulan saya tidak punya pekerjaan saya memilih ikut hasilnya saya kumpul dandarfar di SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) MUHAMMADIYAYAH JAYAPURA. Setelah lulus tes ujian seleksi untuk pendaftaran ulang saya harus kerja keras akhirnya saya bisa melunasi dengan baik. Ternyata ada banyak orang yang peduli sama saya, terutama kepeduian Pemerintah yahukimo untuk beasiswa, bantuan sedikit tetapi bisa bermanfaat untuk kuliah. Sampai dengan selesai tahun 2014

DUKA YANG PALING TERDALAM

Waktu saya masih di dalam kuliah saya mendengar Papa sakit di kampung, hidup saya terganggu. Saya harus memutuskan pulang kampung atau menetap di kota? Tiba-tiba saya merasa bersalah jika saya tidak melihat keadaan papa yang sakit di kampung. Waktu itupun saya berangkat ke wamena, kebetulan besok harinya ada rencana penerbangan dari wamena kosarek. Saya turun ke Bandara Wamena saya melihat ada orang yang pakai  tongkat turun dari pesawat. Saya tidak yakin itu pap saya, karena kondisinya beda. Ketika papa mendekati saya barulah saya menyadari itu papa saya. waktu itu memang papa kira saya masih di jayapura, tidak pikiran anak saya ada di wamena. Ternyata saya ada di dekat dia papa menjatuhkan air mata terharu melihat saya. sayapun rasa sedih yang paling terdalam melihat papa saya yang kondisinya berbeda dari sebelumnya.
Saya langsung mengantarkan papa ke RSUD Wamena untuk membawa rujukan dari puskesmas kosarek. Ternyata Penyakit papa tidak dapat disembuhkan sudah terlambat, saya menyimpan rahasia itu untuk memberitahukan kepada papa. Tetapi dengan niat saya hampir setiap hari antar papa ke rumah sakit namun hasinya tidak maksimal. Papa memutuskan bahwa lebih baik pulang ke kampung karena obat yang beliau konsumsi tidak menolong beliau. Sayapun kaget papa belum sembuh baik, nanti bulan depan baru papa akan berangkat, tetapi kata papa “ manusia hidup satu kali, dan lahirpun satu kali” jadi anak kirimkan saya pulang ke kampung halaman, anak kamu kuliah sampai dengan selesaikan cita-citamu yang kamu impikan jangan pernah pedulikan saya. papa akan aman di kampung bersama adik-adikmu dan mama. Saya harus merelakan papa pulang kampung dan saya turun ke Jayapura. Kabar buruk yang saya terima waktu itu adalah “papa telah di panggil Tuhan”  yang saya berbuat adalah berdoa agar papa terima di sisi Tuhan suatu kelak kita akan berkumpul ersama, itulah doa saya.  Tuhan terima kasih, banyak sekali tantangan  hidup yang saya alami tetapi saya tidak akan pernah jauh dari Tuhan karena Tuhan selalu menjaga di setiap langkah saya. bukti nyata kasih Tuhan terhadap saya adalah;
Diwaktu saya susah Tuhan berikan jawaban
Diwaktu saya sedih Tuhan menghibur saya
Diwaktu saya haus, lapar Tuhan memberikan makan minum.
Diwaktu saya sakit Tuhan menyembuhkan
Dan masih banyak kasih Tuhan yang tidak terhitung nilanya, terutama Tuhan yesus mengorbankan Jiwa-Nya untuk saya manusia yang berdosa ini.

Prinsip Hidup

Selama saya menjalani hidup ini ada prinsip yang saya pakai, yaitu. Saya tidak mungkin menjadi mereka,  saya adalah saya, dan saya tidak memaksakan keadaan saya dengan upaya apapun, saya menikmati hidup ini. Saya tahu Tuhan telah atur bagi semua orang. Oleh karena itu saya menjaga Nafas ini dengan penuh rasa tanggungjawab.

Motivasi penting

Sebagai manusia kebahagiaan hanya kita merasakan seperti angin yang berlalu tetapi kesusahan dan penderitaan  selalu melekat di dalam kehidupan. Siapa mengatakan saya hidup bahagia seumur hidup, itu hanya kebohongan semata. Susah dan penderitaan akan memampukan kita untuk kuat menghadapi segala situasi apapun.
Siapa mengatakan saya mampu untuk menghadapi segala situasi manis pahit akan saya jadikan sebagai teman maka akan dia sukses. Jangankan memandang susah dan penderitaan itu sebagai musuh abadi maka akan mencelakakan diri. Kemudian yang paling penting adalah intropeki diri siapakah saya? dan darimanakah saya berasal?

Apa bedanya Materi dari Honai dan dari sekolah?
Materi dari honai

Dari sejak saya berada dengan orang tua sampai saya berlibur ke kampung banyak sekali materi yang dibagikan oleh para tua-tua Honai tentang kehidupan yang positif. Kita dididik dengan budaya yang sangat kental dan keras, bagaimana seorang pemuda bertahan hidup dari segala situasi. Materi yang mereka bagikan adalah.
ü  Kawin yang positif
ü  Berkebun yang baik
ü  Berperang melawan musuh
ü  Membuat rumah, jembatan
ü  Menghargai yang lebih tua dan menghormati norma dan adat istiadat
ü  Kreativ untuk membuat perhiasan dan kesenian budaya.
ü  Dan masih banyak hal yang mereka didik
Semanya bermakna dan hampir sama saya ambil satu contoh dari berkebun.

Berkebun

“Berkebun adalah bertahan hidup, mereka tidak berkebun maka mereka mati” berarti bahwa Tujuan hidup ini bekerja dan makan. Ya itu sangat benar, siapa bilang itu tidak benar, berarti ia sombong dan tidak tahu kerja, maka itu didikanya adalah. Seorang pemuda wajib berkebun itu budaya. Tidak tergantung kepada siapapun, entah orang tua keluarga dan siapa saja. Didikan yang diberikan dari honai cara berkebun yang baik, membersihkan hama, cara menebang poho, dan masih banyak. Tujuan daripada itu adalah bertahan hidup, membantu orang tua mendapatkan hasil yang memuaskan dan bagi yang sudah berkeluarga mampu untuk menghidupinya sendiri.

Materi dari sekolah

Kita berbicara untuk materi di sekolah beda dengan materi di kampung benar atau tidak? Saya berpikir bahwa sebenarnya ilmunya sudah ada tinggal menambah pengetahuan di kota apalagi kita yang melekat dengan budaya pastilah masih ingat teguran orang tua itulah ilmu bedanya  adalah materi di sekolah itu menceriterakan masa kini sesuai dengan disiplin ilmu.

Zaman Yang Haus Akan Ilmu Dan Pengetahuan

Pada zaman ini banyak manusia berlomba kemampuan untuk meraih kesuksesan, dengan gaya, moril dan pengetahuan yang dimiliki. Tetapi tidak waspada terhadap bujukan perkembangan. Kita melihat bahwa Pada zaman ini banyak manusia yang terjerumus dalam dunia kegelapan, dan melupakan agama dan budaya. Contoh kelebihan internet banyak sekali yang kita peroleh berkomunikasi dengan dunia luar, kita membaca pendapat pakar atau para ahli, di internet. Atau juga memudahkan kita untuk mencari informasi atau materi. Tetapi juga ada negatifnya di dalam internet banyak sekali hal yang membujuk orang untuk terjerumus dalam hal duniawi.Kesadaran itu penting bagi pribadi, saya robot atau manusia?

Pengalaman Adalah Motivasi Dasar

Saya menceriterakan banyak hal diatas tidak buat-buat tetapi sesuai dengan kenyataan kisah yang saya jalani di waktu lampau. Apakah saudara senasib dengan saya? tidak mungkin Anda beda dengan saya, sebab sekarang zamannya bedah dari dulu. Tetapi saya mengambil contoh bahwa kita belajar rentetan sejarah akan memotivasikan kita dari kisah-kisah penting parah pendahulu untuk dijadikan sebagai motivasi dan menjadi lebih baik dimasa depanmu.

Kata Ari Pelawak

Banyak orang memanggil saya “ari pelawak”  sebetulnya saya bukan pelawak sih... Tetapi saya melakukan itu ada maksud. Saya ambil contoh  seorang pemuda putus harapan karena wanita yang ia cintai telah pergi meninggalkan dia. Dan dia hidup sebatang kara. Untuk mengobati kepedihan dia tidak ada obat yang menyembuhkan kecuali saya hadir dekat dia dan memberi dia senyuman dan membuat tertawa.
Saya selalu senyum dan tertawa, karena termotivasi dari salah seorang pelawak indonesia yang terkenal dengan nama WARKOP DKI. Dari antara tiga orang itu dua orang sudah meninggal dan satu orang masih ada dia adalah INDRO. Menurut indro “ SENI ADALAH KEJUJURAN” dan motonya adalah “TERTAWA SAMPAI MATI” tertawa sampai mati bukanlah hampir setiap hari tertawa, dikira orang kurang waras, atau ketawain orang. Saat tertentu yang harus membuat orang tertawa itu seni bagi saya. pilihan saya bukan hal yang aneh melainkan hal yang positif tetapi seni itu adalah kejujuran bagi saya penting.



2 komentar:

Motivasi Sederhana

                                Pemimpin yang  sederhana (foto by: mike martin 2003)               Saya pernah menjadi ketua kelas di sala...