Bahagia
hanya datang sebentar dan pergi tetapi penderitaan selalu ada di setiap waktu.
Dinamika hidup
ini sangat penting maka saya mencoba untuk menceriterakan dalam tulisan singkat
dari sejak kecil sampai dengan sekarang saya ada.
Selama 9 bulan mama telah
mengandung saya, sampai dengan waktunya tiba mama telah melahirkan saya dengan
sempurnah. Pada tanggal 21 desember 1992 di kebun tempat mama kerja. Setelah
mama melahirkan saya pulang dengan hasil kebun ke rumah, ayah meihat dengan air
mata bahagia, Betapa kuatnya mama sampai tanpa pertolongan orang mama
melahirkan saya di kebun yang hina, Jerih paya mama selalu lakukan untuk
membesarkan saya dari sejak bayi, balita, sampai dengan anak-anak, saya tidak
tahu saya rewel atau penurut tetapi kadang mama cerita tentang saya. Kadang kamu menangis dimana saja, mama tidak pusing
untuk duduk menyusui kamu agar diam dan
tidur nyenyak supaya mama menyelesaikan pekerjaan mama. Kadang saya pikir
kapankah saya akan membalas kebaikan dan pengorbanan mama untuk saya sampai
degan detik ini.
- Anak-anak
Saya selalu menghabiskan
waktu bersama dengan teman sepermain di hutan dimana saja, tetapi kami tidak
pernah berpikir pulang makan apa? Hidupku hanya tergantung pada kedua orang tua
saya, walau saya tidak membantu menjaga ternak, cari kayu bakar dan timba air,
adalah wajib sebagai anak-anak. Tetapi kasih sayang orang tua tidak pernah
hilang marah sebentar hilang sebentar, walau kami nakal tidak penurut nasihat
orang tua tetapi mama dan papa selalu menyiapkan makanan yang bagus dan besar
untuk kami anak-anak agar kami cepat besar dan sehat.
- Masa
SD
Bayak orang berkata saya
ini tukang tidur di jalanan entah dimana ada kotorang atau pecek, saya sampai
saat ini tidak pernah percaya dengan cerita orang terhadap saya. Tetapi menurut
cerita orang kisah hidup saya di waktu SD memang beda dengan teman-teman lain.
Tahun 1998 saya diantar ke SD INPRES KOSAREK untuk masuk sekolah, pikiran saya
sebenarnya tidak begitu paham apa itu sekolah? Tetapi banyak teman-teman
menawarkan dengan kelebihan di sekolah dan makan yang enak-enak ketika masuk
sekolah. Wah saya tertarik dengan bujukan itu sampai dengan saya beta di
sekolah. Hampir setiap hari saya diantar oleh papa saya ke sekolah, kadang
dengan kaka kelas saya. Sampai dengan Tahun 2004 saya selesai Ujian Nasional
dan dinyatakan LULUS. Hati saya gembira saya mendengar kata lulus, walau tidak
pikir untuk lanjutnya dimana?
- Masa
SMP
Setelah ujian selesai
tahun 2004, kami ada sekitar 30 orang siswa diantar ke kota oleh masing-masing
orang tua untuk daftar sekolah, waktu itu kebetulan SMP YPK BETLEHEM WAMENA
masih buka pendaftaran. Akhirnya saya masuk dan papa belikan saya perlengkapan sekolah,
setiap hari dengan semangat ke sekolah. Tetapi papa berkata sekarang kamu harus
hidup mandiri di kota saya akan berangkat ke kampung, sayapun menangis karena
ada papa di samping saya hidup sedikit lengkap namun jika papa berangkat apa
yang saya harus lakukan, nantinya tidak ada kasih sayang orang tua. Tetapi saya
merelakan papa untuk berangkat ke kampung saya harus tinggal sendiri.
Hidup jauh dari orang
tua seperti “hidup sebatang kara” karena orang-orang yang ada bersama dengan
kita tidak mungkin memiliki hal kasih sayang untuk kita apalagi kita ini bukan
siap-siapanya mereka. Saya melewati banyak sekali rintangan dan tantangan di
kota. Pertama lapar, ketika pulang sekolah tidak ada makanan di rumah tidur
sambil pegang perut. Kedua hujan dan panas, ketika pulang sekolah selalu situasi ini akan
hidup bersama. Ketiga menangis, hal ini tidak pernah hilang dari diri saya
hampir setiap hari saya menangis, ketika ingat mama dan adik-adik, atau sakit
dan lapar.
Saya harus mencari
pekerjaan yang halal untuk mencukupi kebutuhan nasi satu piring, dengan cara
menjual kue keliling kota menawarkan pekerjaan ke orang-orang. Tetapi saya
pernah ada orang tua angkat yang menyuruh untuk berjualan kue di Pasar, saya
terima tawaran mereka dengan senang hati. Ketika saya berjualan yang paling
saya takuti adalah anak-anak jalanan dan orang mabuk, sebab mereka tidak
memandang siapakah kita atau entah darimana biasanya merampas kue dan pukul,
dan hal itu saya pernah alami. Betapa pahitnya hidupku diwaktu SMP, sampai dengan
ujian telah terselesaikan dengan baik tahun 2007.
Setelah menyelesaikan
SMP saya harus pulang ke kampung untuk menengok orang tua kalau saya sudah
selesai ujian. Ada beberapa teman yang selesai ujian bersamaan sehingga kami
dengan rombongan pulang ke kampung. Setelah tiba di kampung mama menjemputku
dengan air mata sebab selama SMP di kota tidak pernah bertemu dengan mama, mama
senang sekali dan terharu melihat saya datang dari kota dengan kondisi yang
beda mama berlari dan memeluk saya erat-erat. Mama menangis di hadapan saya,
saya bingung apakah saya datang ini membawa rasa iba untuk mama ataukah keadaan
di keluarga berubah? Mama hanya berkata saya rindu kamu selama ini jadi mama
menangis. Saya hany berpikir di hati lebih dari itu saya juga menyimpan rasa
Rindu untuk mama dan papa teruatama keluarga besar ini.
- Masa SMA
Setelah tinggal di
kampung merasakan kehangatan keluarga sekarang,
berpikir untuk ke kota tetapi mama dan papa tidak menjawab apa untuk
saya. Sehingga saya memutuskan untuk tinggal di kampung hari itupun saya berari
ke hutan untuk berburu. Di pagi hari pesawat masuk di distrik sehingga saya
harus berlari tak henti-henti sampai tiba di distrik teryata yang datang mereka
dari Amerika sebagai Turis. Saya harus menawarkan kepada mereka untuk saya
menjadi tukang angkut barang dari kosarek ke Anggruk. Ternyata terkabul niat
saya, pada kesokan harinya saya pamit kepada orang tua saya untuk kembali ke
kota. Mama hanya berkata saya tidak kasih apa-apa untuk kamu hanya mama
menitipkan nasihat ini untuk kamu “jika
kamu ke kota kamu jangan pernah melupakan doa, pasti cita-citamu akan terwujud
jika kamu dekat dengan Tuhan” Saya hanya berkata terima kasih kepada semua
keluarga saya. Mama hanya menangis dan menangis tiada hentinya.
Keesokan harinya kami berangkat
dari kosarek ke Anggruk, selama 4 hari dalam perjalanan sampai tiba dengan
baik. Puji Tuhan mereka kasih kasil cape kami sebanyak RP. 1.200.000;- bagiku
itu nilai yang sangat besar. Sampai tiba dengan selamat di kota dan saya
mendaftar di SMK Yapis Wamena di Jurusan Tehknik Komputer dan Jaringan walaupun
saya tidak tahu komputer saya lulus. Selama 3 tahun saya sekolah akhirnya saya
lulus tahun 2010 dengan Nilai yang sangat memuaskan.
Setelah selesai saya
kembali ke kampung untuk meminta dukungan orang tua untuk masuk kuliah. Setelah
tiba di kampung mama melakukan hal yang sama hampir setiap hari menangis,
sayapun bingung kenapa mama menangis? Sayapun tidak enak melihat mama menangis
saya tanya mama kenapa? Mama jawab mama tidak ada uang untuk anak lanjut ke
Kuliah sampai mama emosi berengkar dengan papa, usaha kerasnya papa mencarikan
saya uang 3 juta untuk masuk kuliah. Saya tidak tahu berapa harga di kuiha?
Saya kembali ke kota dan beli tiket untuk berangkat ke Jayapura.
- MASA
KULIAH
Saya tiba di jayapura
dan tinggal bersama dengan orang tua angkat saya di Polimak II. Uang yang saya
bawa itu sebagian jadikan tiket dan uang taksi serta uang makan saya lupa untuk
masuk kuliah dan daftar. Setiap hari saya bingung mau buat apa? Suatu waktu ada
orang datang ke rumah untuk menawarkan saya kerja, kebetulan saya tidak punya
pekerjaan saya memilih ikut hasilnya saya kumpul dandarfar di SEKOLAH TINGGI
ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) MUHAMMADIYAYAH JAYAPURA. Setelah lulus tes ujian
seleksi untuk pendaftaran ulang saya harus kerja keras akhirnya saya bisa
melunasi dengan baik. Ternyata ada banyak orang yang peduli sama saya, terutama
kepeduian Pemerintah yahukimo untuk beasiswa, bantuan sedikit tetapi bisa
bermanfaat untuk kuliah. Sampai dengan selesai tahun 2014
DUKA
YANG PALING TERDALAM
Waktu saya masih di
dalam kuliah saya mendengar Papa sakit di kampung, hidup saya terganggu. Saya
harus memutuskan pulang kampung atau menetap di kota? Tiba-tiba saya merasa
bersalah jika saya tidak melihat keadaan papa yang sakit di kampung. Waktu
itupun saya berangkat ke wamena, kebetulan besok harinya ada rencana
penerbangan dari wamena kosarek. Saya turun ke Bandara Wamena saya melihat ada
orang yang pakai tongkat turun dari
pesawat. Saya tidak yakin itu pap saya, karena kondisinya beda. Ketika papa
mendekati saya barulah saya menyadari itu papa saya. waktu itu memang papa kira
saya masih di jayapura, tidak pikiran anak saya ada di wamena. Ternyata saya
ada di dekat dia papa menjatuhkan air mata terharu melihat saya. sayapun rasa
sedih yang paling terdalam melihat papa saya yang kondisinya berbeda dari
sebelumnya.
Saya langsung
mengantarkan papa ke RSUD Wamena untuk membawa rujukan dari puskesmas kosarek.
Ternyata Penyakit papa tidak dapat disembuhkan sudah terlambat, saya menyimpan
rahasia itu untuk memberitahukan kepada papa. Tetapi dengan niat saya hampir
setiap hari antar papa ke rumah sakit namun hasinya tidak maksimal. Papa
memutuskan bahwa lebih baik pulang ke kampung karena obat yang beliau konsumsi
tidak menolong beliau. Sayapun kaget papa belum sembuh baik, nanti bulan depan
baru papa akan berangkat, tetapi kata papa “ manusia hidup satu kali, dan lahirpun satu kali” jadi anak kirimkan
saya pulang ke kampung halaman, anak kamu kuliah sampai dengan selesaikan cita-citamu
yang kamu impikan jangan pernah pedulikan saya. papa akan aman di kampung
bersama adik-adikmu dan mama. Saya harus merelakan papa pulang kampung dan
saya turun ke Jayapura. Kabar buruk yang saya terima waktu itu adalah “papa
telah di panggil Tuhan” yang saya
berbuat adalah berdoa agar papa terima di sisi Tuhan suatu kelak kita akan
berkumpul ersama, itulah doa saya. Tuhan
terima kasih, banyak sekali tantangan
hidup yang saya alami tetapi saya tidak akan pernah jauh dari Tuhan
karena Tuhan selalu menjaga di setiap langkah saya. bukti nyata kasih Tuhan
terhadap saya adalah;
Diwaktu
saya susah Tuhan berikan jawaban
Diwaktu
saya sedih Tuhan menghibur saya
Diwaktu
saya haus, lapar Tuhan memberikan makan minum.
Diwaktu
saya sakit Tuhan menyembuhkan
Dan masih banyak kasih
Tuhan yang tidak terhitung nilanya, terutama Tuhan yesus mengorbankan Jiwa-Nya
untuk saya manusia yang berdosa ini.
Prinsip
Hidup
Selama saya menjalani
hidup ini ada prinsip yang saya pakai, yaitu. Saya tidak mungkin menjadi mereka,
saya adalah saya, dan saya tidak
memaksakan keadaan saya dengan upaya apapun, saya menikmati hidup ini. Saya tahu
Tuhan telah atur bagi semua orang. Oleh karena itu saya menjaga Nafas ini
dengan penuh rasa tanggungjawab.
Motivasi
penting
Sebagai manusia
kebahagiaan hanya kita merasakan seperti angin yang berlalu tetapi kesusahan
dan penderitaan selalu melekat di dalam
kehidupan. Siapa mengatakan saya hidup bahagia seumur hidup, itu hanya
kebohongan semata. Susah dan penderitaan akan memampukan kita untuk kuat
menghadapi segala situasi apapun.
Siapa mengatakan saya
mampu untuk menghadapi segala situasi manis pahit akan saya jadikan sebagai
teman maka akan dia sukses. Jangankan memandang susah dan penderitaan itu
sebagai musuh abadi maka akan mencelakakan diri. Kemudian yang paling penting
adalah intropeki diri siapakah saya? dan darimanakah saya berasal?
Apa
bedanya Materi dari Honai dan dari sekolah?
Materi
dari honai
Dari sejak saya berada
dengan orang tua sampai saya berlibur ke kampung banyak sekali materi yang
dibagikan oleh para tua-tua Honai tentang kehidupan yang positif. Kita dididik
dengan budaya yang sangat kental dan keras, bagaimana seorang pemuda bertahan
hidup dari segala situasi. Materi yang mereka bagikan adalah.
ü
Kawin
yang positif
ü
Berkebun
yang baik
ü
Berperang
melawan musuh
ü
Membuat
rumah, jembatan
ü
Menghargai
yang lebih tua dan menghormati norma dan adat istiadat
ü
Kreativ
untuk membuat perhiasan dan kesenian budaya.
ü
Dan
masih banyak hal yang mereka didik
Semanya bermakna dan
hampir sama saya ambil satu contoh dari berkebun.
“Berkebun adalah
bertahan hidup, mereka tidak berkebun maka mereka mati” berarti bahwa Tujuan
hidup ini bekerja dan makan. Ya itu sangat benar, siapa bilang itu tidak benar,
berarti ia sombong dan tidak tahu kerja, maka itu didikanya adalah. Seorang pemuda
wajib berkebun itu budaya. Tidak tergantung kepada siapapun, entah orang tua
keluarga dan siapa saja. Didikan yang diberikan dari honai cara berkebun yang
baik, membersihkan hama, cara menebang poho, dan masih banyak. Tujuan daripada
itu adalah bertahan hidup, membantu orang tua mendapatkan hasil yang memuaskan
dan bagi yang sudah berkeluarga mampu untuk menghidupinya sendiri.
Materi
dari sekolah
Kita berbicara untuk
materi di sekolah beda dengan materi di kampung benar atau tidak? Saya berpikir
bahwa sebenarnya ilmunya sudah ada tinggal menambah pengetahuan di kota apalagi
kita yang melekat dengan budaya pastilah masih ingat teguran orang tua itulah
ilmu bedanya adalah materi di sekolah
itu menceriterakan masa kini sesuai dengan disiplin ilmu.
Zaman
Yang Haus Akan Ilmu Dan Pengetahuan
Pada zaman ini banyak
manusia berlomba kemampuan untuk meraih kesuksesan, dengan gaya, moril dan
pengetahuan yang dimiliki. Tetapi tidak waspada terhadap bujukan perkembangan.
Kita melihat bahwa Pada zaman ini banyak manusia yang terjerumus dalam dunia
kegelapan, dan melupakan agama dan budaya. Contoh kelebihan internet banyak
sekali yang kita peroleh berkomunikasi dengan dunia luar, kita membaca pendapat
pakar atau para ahli, di internet. Atau juga memudahkan kita untuk mencari
informasi atau materi. Tetapi juga ada negatifnya di dalam internet banyak
sekali hal yang membujuk orang untuk terjerumus dalam hal duniawi.Kesadaran itu
penting bagi pribadi, saya robot atau manusia?
Pengalaman
Adalah Motivasi Dasar
Saya menceriterakan
banyak hal diatas tidak buat-buat tetapi sesuai dengan kenyataan kisah yang
saya jalani di waktu lampau. Apakah saudara senasib dengan saya? tidak mungkin
Anda beda dengan saya, sebab sekarang zamannya bedah dari dulu. Tetapi saya
mengambil contoh bahwa kita belajar rentetan sejarah akan memotivasikan kita
dari kisah-kisah penting parah pendahulu untuk dijadikan sebagai motivasi dan
menjadi lebih baik dimasa depanmu.
Kata
Ari Pelawak
Banyak orang memanggil
saya “ari pelawak” sebetulnya saya bukan pelawak sih... Tetapi
saya melakukan itu ada maksud. Saya ambil contoh seorang pemuda putus harapan karena wanita
yang ia cintai telah pergi meninggalkan dia. Dan dia hidup sebatang kara. Untuk
mengobati kepedihan dia tidak ada obat yang menyembuhkan kecuali saya hadir
dekat dia dan memberi dia senyuman dan membuat tertawa.
Saya selalu senyum dan
tertawa, karena termotivasi dari salah seorang pelawak indonesia yang terkenal
dengan nama WARKOP DKI. Dari antara tiga orang itu dua orang sudah meninggal
dan satu orang masih ada dia adalah INDRO. Menurut indro “ SENI ADALAH
KEJUJURAN” dan motonya adalah “TERTAWA SAMPAI MATI” tertawa sampai mati
bukanlah hampir setiap hari tertawa, dikira orang kurang waras, atau ketawain
orang. Saat tertentu yang harus membuat orang tertawa itu seni bagi saya.
pilihan saya bukan hal yang aneh melainkan hal yang positif tetapi seni itu
adalah kejujuran bagi saya penting.
Amazing Guy's KECAB
BalasHapusGBU FOREVER..
Hapus