Nama
saya adalah ARIUS TIBUL yang diberi nama
oleh kedua ayah dan bunda, ya merekalah yang melahirkan saya, membesarkan saya
dan mendidik saya. Mereka menanggung beban dan penuh rasa tanggungjawab untuk
membersarkan saya. Mereka didik saya
dengan budaya yang sangat kental dank eras, tidak bisa melawan, tidak bisa
melanggar didikan dan ajaran ayah dan ibu. Itu bisa menajadi anak durhaka.
Ketika
saya terlepas pangkuan kedua orang Tua saya. Saya harus mandiri dan belajar di
kota, tetapi tidak terlepas dari kasih sayang dan doa-doa mereka pada waktu makan, tidur, dan bangun mereka
tidak pernah melupakan Nama saya. Ya mereka tahu saya ada di kota mengalami
susah dan senang. Hal itu jadi nyata bahwa banyak sekali hal yang saya alami. Yaitu
lapar, haus, hujan panas, dingin bahkan sakit dan takut.
Tetapi
suatu ketika saya menonton salah satu Stasiun Televisi TPI, atau sekarang
Indosiar. Tanyangan itu adalah Pemain komedi atau pelawak tiga orang. DONO,
KASINO, dan INDRO Warkop Dekai. Saya sangat terinspirasi dengan setiap tayangan
mereka, sangat Lucu dan menarik bahkan tertawa terbahak-bahak.
Tipe
saya orangnya memang tidak suka tertawa muka marah dan emosinya cepat, namun
setelah saya menonton mereka saya ikuti gaya dan bahasa mereka. Kadang-kadang
orang di sekitar memanggil saya pelawak, saya tidak bikin eksen sih, namun
karena cara dan gaya saya membuat mereka tertawa. Sebenarnya saya bukan ahli di
bagian pelawak sih, tetapi saya terisnpirasi karena mereka. Saya tidak terlalu
lucu namun saya senang membuat orang lain tertawa terbahak-bahak.
Memang
tertawa dan senyum tidak sembarang, bagi semua orang, mustahil ketika orang
sedang duduk melamun dan tidak mungkin tertawa sendiri, dikira orang kurang
waras atau gangguan jiwa. Tetapi kita membiasakan diri tertawa dan mudah senyum
maka seni dan gembira.
Saya
melihat kebanyakan orang frustasi dengan keadaan hidup, mungkin gagal focus
atau gagal perjuangan. Saya melihat hal ini tidak ada obat yang dapat
disembuhkan atau diobati dengan cara apapun, kecuali membuat dia ketawa. Dan
saya ARIUS TIBUL hadir di tengah-tengah keadaan itu untuk membuat orang ketawa,
saya sangat senang dengan seni yang saya miliki hamper semua orang yang saya
ketemu inginnya ketawa.
Tetapi
juga jagan meremehkan saya karena. Saya orangnya memang lucu tetapi saya atur
waktu. Ketika saya serius adalah waktu saya untuk focus pada sesuatu karena
pelawak tidak harus setiap hari tertawa dikira orang tidak waras.
Itu
adalah seni yang saya miliki. Saya sangat senang pelawak Indonesia yang
terbaik, Dono, Kasino dan Indro. WARKOP DKI, Mereka adalah penggemar saya
seumur hidup. Sebab menurut Indro (SENI ADALAH KEJUJURAN) beliau katakana ini
ketika beliau tampi di acara Hitam Putih Oleh Bang DEDDY CORBUSER di stasiun
TRANS7 . Wah saya sangat ternotivasi dengan kata itu, tidak semua orang yang
lucu adalah orang sembarangan mereka bekerja sesuai dengan Iman dan
kejujuran. Mudah-mudahan saya juga bisa
menjadi Pelawak yang Hebat itu cita-cita saya.
Walaupun tidak terwujud nantinya. Semoga yang membacar termotivasi
sedikit jangan pernah serius trus keadaanmu tidak seorangpun yang bisa mengurus
kecuali dirimu sendirilah yang sadar dan atur diri. Dan yang sangat penting
adalah HIDUP INI PILIHAN mau jadi orang lucu atau mau jadi Orang yang serius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar