Jumat, 03 Agustus 2018


   saya ingin sekali membua buku yang berjudul
keutuhan Bahasa Kwaneng


Profil Penulis
Arius Tibul, S.I.Kom adalah anak dari (Alm) Andreas Tibul Ibu Martha Yalak. 5 bersaudara termasuk anak kedua dari 5 bersaudara 2 anak laki-laki dan 3 orang perempuan. Lahir pada Tanggal 21 Desember Tahun 1992 di salah satu kampung yang sangat terpencil di wilayah timur Pegunungan Papua letaknya di Kampung Nohomas Distrik Kosarek kabupaten Yahukimo. Ia salah satu anak yang menimbah Sarjana Ilmu Komunikasi di Program Study Ilmu Komunikasi Strata Satu (S-1) Jurusan Hubungan Masyarakat (public relations) SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura Tahun 2014.
Sekolah dasar SD Inpres kosarek Tahun 2004
Sekolah menengah pertama SMP YPK Bhetlehem Wamena Tahun 2007
Sekolah menengah/Kejuruan SMK Yapis Wamena Tahun 2010
Pengalaman berorganisasi
1.     Ketua Ikatan Distrik Di Wamena Tahun 2008-2009
2.    Wakil Ketua Ikatan Distrik Di Jayapura Tahun 2010-2011
3.    Koordinator Keamanan Komunitas Pelajar Mahasiswa Kabupaten Yahukimo Tahun 2010-2012
4.    Koordinator Keamanan Asrama Pdt. S. Liborang Padang Bulan Tahun 2011-2013
5.    Ketua Bidang Internal Kampus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKOM Muhammadiyah Jayapura Tahun 2013-2014
6.    Wakil Sekretaris Komisariat Marthen Luther Gerakan Mahasiwa Kristen Indonesia (GMKI) Masa Bakti 2012-2014
7.     Mengikuti Seminar, Workshop Di Tingkat Kampus Dan Luar serta pelayanan Rohani
8.    Pengasuh sekolah minggu GKI Moria Pirip Elelim Tahun 2014-2016
HOBY
-         MEMBACA
-         MUSIC
-         MANCING















TERTINGGALNYA PEMBANGUNAN DI WILAYAH SUKU MEK
 

















Kata Pengantar
Bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan encipta alam semesta karena Dia adalah segala sumber, baik itu berkat, kepintaran akal budi  serta marifat, kadang manusia berpikir semua karya yang dilakukannya itu dapat terselesaikan dengan baik karena hebat, kaya, serta pintar. Tetapi tanpa pertolongan Tuhan tidak akan terselesaikan dengan baik, semua rencana manusia dalah rencana yang Tuhan sudah buat. Nabi Yeremia adalah seorang manusia yang Tuhan pilih sebagai Nabi. Kata Yeremi kepada Tuhan, Ah Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih mudah.” Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: janganlah katakan Aku ini masih mudah, karena siapapun engkau kuutus, haruslah engkau pergi dan apapun yang kuperintahkan kepadamu haruslah kau sampaikan” (Yeremia, 1:4-6). Kami sebagai manusia tidak pernah tahu tentang rahasia Tuhan seperti apa tetapi didalam kehidupan manusia secara nyata bahwa. Seorang Yeremia adalah anak muda yang diutus oleh Tuhan. Walaupun nabi Yerema berkata aku ini masih muda, tetapi Tuhan berkata jangan “berkata aku ini masih muda”. Dan Tuhan menaruh perkataan-perkataan-Nya untuk Yeremia, agar dia tidak kaku dalam mengambil keputusan, memimpin bangsa dan apapun yang akan diinginkan oleh nabi Yeremia sendiri.




Daftar Isi
Pengantar dari penulis
Kata pengantar
Deskripsi singkat
Daftar isi
Bab I pendahuluan
a.     Latar Belakang
b.    Maksud Dan Tujuan
c.      Perbedaantradisi Norma Dan Adat Istiadat Suku Mek
d.    Kolaborasi Budaya
e.      Seni
§  Seni tari
§  Seni lukis
§  Seni hias
Bab II Mata pencaharian
a.     Berkebun
b.    Berburu
1.    Upacara adat
a.    Maskawin
b.    Peneguhan/ujian adat
c.     Dansa antar kampung
2.    Kepercayaan
a.    Penyembahan
b.    Kebutuhan  
c.     Permohonan
3.    Pakaian adat
a.     koteka
b.    sali
c.     kerang laut/me-lei mekel (Bahasa Mek)
d.    taring babi
Sebelum Anda Mampu Memimpin Orang Lain, Anda Harus Memimpin Diri Sendiri
Deskripsi singkat
Saudara sepakat dengan kata mutiara diatas? Bila ya! Saudara termasuk golongan orang bijaksana seperti membalikkan telapak tangan kita. Artinya bahwa selama ini memandang budaya kita itu tidak berharga sebanding dengan hanya berpikir budaya orang lain. Dan mengandalkan budaya orang lain. Itu pikiran yang konyol berarti tidak menghargai identitas dan jati diri. Sekalipun dipandang orang lain bahwa budaya kita sejelek apapun dimata kita sangat berharga dan bermanfaat. Karena budaya itu salah satu warisan yang diturunkan oleh nenekmoyang untuk bagaimana menjaga dan melestarikan dengan sebaik-baiknya. Budaya akan hilang apabila manusia sendiri tidak sadar dan perpatokan pada perkembangan yang sementara menghampiri kita. Sebab manusia ini lemah, gampang sekali terjerumus pada perkembangan bisa saja menyangkal budaya sendiri karena takut dan malu, secara manusia.





1.     Latar Belakang
Kegelapan meliputi daerah suku Yali, mereka saling menindas, saling membunuh, saling memakan, dan penyembahan berhala. Itu menjadi tradisi orang Yali pada umumnya, dan mereka tidak mengenal antara suku dengan suku, saling menindas suku yang  lemah karena kekuatan dan kekuasaan. Oleh karena itu dengan berbelas kasihan dan pertolongan Tuhan kepada orang Yali,  sehingga datanglah mereka dari negeri kejauhan dan mengabarkan Injil atau yang di sebut kabar keselamatan di lembah Yali khususnya Mek. Bersyukur kepada Tuhan sebab Dia begitu dan berpihak kepada orang Yali
Sehingga kabar keselamatan ini menjadi pemersatu suku, pemersatu kampung dan seutuhnya manusia itu sendiri.
Sebelum injil ini tersebar di daerah Yali orang Lani dan Hubula berkata bahwa di balik gunung timur ada orang Yali yang sangat jahat serta mereka adalah pemakan manusia dan manusia terbang. Kemudian sama hal juga orang di Wilayah Angguruk Apahapsili Ninia dan perbatasan dengan wilayah Lani dan Hubula mengatakan ada orang Yali ada di belakang gunung timur. yaitu diantaranya Kosarek Talambo, Sela, Korupun dan Kono. Sama juga orang Kosarek, Kono, Nipsan dan Talambo mengatakan ilikin yali nang (orang yali tinggi). Memanag menjadi keliru dalam yang mana yang sebenarnya orang yali? Tertapi secara universal dari dirwemna sampai dengan kurima adalah orang Yali. Karena orang dari lani barat mengatakan orang kurima adalah orang Yali. Sehingga disebut sebagai orang Yali, secara garis besar Suku Yali adalah suku yang sangat terkenal di pegunungan.
Pada zaman pemerintahan Kabupaten Jayawijaya, dibilang untuk wilayah Yali Mek adalah umum orang Yali, tetapi perkembangan dan daerah otonom baru ini memberikan atau salah satu pecahan suku dan bahwa ada juga orang Yali, Hubula, Kimyal, Momuna, Mek, Ngalik. Tetapi untuk penyebutan Mek adalah hanya dianggap orang Yali pendek sehingga sekarang di sebut sebagai suku Mek.
Keberadaan suku Mek terdapat di tanah Papua letaknya di Kabupaten Yahukimo, arti daripada Yahukimo adalah: Yali, Hubula, Kimyal dan Momuna” namun ada beberapa distrik dan wilayah di kabupaten Yahukimo mempunyai suku Mek. Sehingga nama Mek ini tersebar sampai dengan luar Negeri. Batas wilayah antara wilayah Mek dan suku Yali adalah bagian Mek depan diantaranya; Pinia Pintok dan Nurap sekarang disebut Folmimpi Lapangan terbang baru. Bagian tengah adalah Membaham, Punum, Telam dan Wala, sekarang di sebut sebagai Distrik Ubalihi       kemudian wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Yalimo, disitu terdapat bahasa Mek dan adalah Gilika, Benawa, Lulum Dan Lawe Key dan Bari. Ada juga daerah yang perbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Bintang seperti Ibomek dan Bomek dua daerah ini seutuhnya orang Mek. serta ada wilayah tertentu yang berbatasan dengan suku Kimyal, ada juga daerah tertentu yang berbatasan dengan suku Momuna dengan Mek.
Walaupun ada suku Mek di tengah kabupaten Yahukimo tetapi tidak ada perhatian khusus  bagi rakyat, di wilayah mek disana mereka tidak tahu kesehatan yang layak, Pendidikan yang layak Sekolah, dan juga infrastrutur. Artinya bahwa kesejahteraan itu sendiri tidak merata dibandingkan dengan daerah lainnya. Sebab tujuan otonomi daerah adalah:
-         Menciptakan kesejahteraan.
-         Bagaimana menjadikan Pemda sebagai instrumen untuk menciptakan kesejahteraan
-         Mensejahterakan secara merata dan menyeluruh seperti daerah yang tertinggal
-         Mendukung proses demokrasi di tingkat lokal secara baik dan benar, sesuai undang-undang yang berlaku.
2.      Dampak Yang menjadi masalah
a.     Yang menjadi dampak atau masalah adalah terutama keutuhan suku mek serta adat istiadatnya semakin hilang disebabkan karena perkembangan globalisasi dan zaman teknologi ini semkain maju, seakan membujuk manusia. Sehingga semakin lama puna semua adat dan budaya mereka secara langsung hilang. Bahkan daerah lain 90% sudah hilang sehingga sekarang masih pake dengan alat modern.
b.    Kesejahteraan kepada masyarakat tidak kelihatan dengan baik, hanya di obyekkan oleh para penguasa-penguasa yang hanya berpikir individu. Sehingga terjadi korban pembangunan baik itu di tingkat pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.
c.     Kurangnya persatuan dan kesatuan serta kerja sama yang baik yang ada hanya individualisme dan egoistik serta nepotisme yang menjadi tujuan utama. Dan kurangnya komitmen bersama dalam membangun rakyat sesuai dengan amanat undang-undang yang sudah diamandemenkan.
d.    Kurangnya implementasi program pembangunan secara merata di berbagai bidang sehingga terjadi permasalahan serta korban pembangunan.
e.     Otonomi Khusus tahun 2001 tidak diimplementasikan sesuai dengan aturan, serta tidak sampai pada sasaran.
4       Tujuan dalam tulisan ini adalah:
a.     Tujuan bahwa bagaimana yang menjadi aktor dalam ini sadar dan ingat bahwa tugas dan tanggungjawab yang di berikan ini hal yang besar dan melakukan dengan penuh rasa tanggungjawab. 
b.    Dalam hal ini juga bukan mengkritik pemerintah, mengkritik elit politik, mengkritik suku. Melainkan mengingatkan kepada seluruh elemen untuk memikirkan bersama untuk kepentingan rakyat. Yang selama ini hanya mengatasnamakan rakyat lalu menikmati hasil sebagian daripada mereka. Kemudian yang lainnya tetapi dengan adanya tulisan ini menjadi salah satu motivasi baru Agar dapat membantu generasi penerus bangsa dan negara, sehingga mereka tahu tentang suku, adat istiadat dan norma-norma  permbangunan yang secara efektif. Dan berpegang teguh terhadap suku. Serta di kemudian hari buku ini menjadi bahan refrensi bagi yang membutuhkannya.
c.     Dengan perkembangan politik yang tidak bertanggungjawab kepentingan sesaat saja membuat korban pembangunan secara universal dan masih rendahnya kesejahteraan. Sehingga dengan adanya buku ini sebagai motivasi kepada seluruh elemen untuk dapat mempersatukan ide gagasan yang cemerlang untuk memikirkan demi kepentingan bersama serta kepentingan anak cucu di tahun kemudian. Dan agar kesejahteraan baik di bidang pendidikan kesehatan, infrastruktur serta ekonomi kerakyatan merata secara menyeluruh.
d.    mengantisipasi hilangnya Budaya orang mek, hak warisan orang mek serta memberikan motifasi kepada para elit-elit yang selama ini memperdagangkan hak kesulungan orang mek. Agar mereka mawas diri dan intropeksi diri bahwa dia adalah asal usulnya jelas dan jati diri jelas. 
Suku adalah dimana terdapat berbagai ragam kekayaan yang tersimpan di daerah-daerah tertentu dan dengan melihat dan mempertimbangkan semua itu maka terbentuklah suku. Suku Mek sangat besar dan kaya dengan budaya, bahasa, tradisi norma dan  adat istiadat, sehingga dengan mengantisipasi masuknya budaya lain. Suku mek adalah suku yang ada di ufuk timur indonesia, dimana tempat asal matahari. Keyakinan atau cerita rakyat orang suku mek bahwa semua manusia keluar dari timur. memang cerita ini pernah cerita dimana-mana dan sudah dirterbitkan salah satu buku yang berjudul “pohon Yeli dan terbitlah terang di balik gunung oleh : pdt. Segfrits zoldner juga para misionaris lainnya”. Namun tidak kala ceritanya dengan suku lain di tanah papua, indonesia umumnya dunia. Sebab semua suku mempunyai tradisi, dan budaya masing-masing.
Tidak ada perbedaan yang terjadi dalam penyebutan suku yali, namun yang paling beda adalah tradisi, budaya. Misalnya pakaian adat, orang yali di bagian angguruk adalah sabiap dan kem (bahasa Yali) sedangkan bagian suku mek adalah polak pele (baha mek). Itu adalah perbedaan Bahasa untuk sebutan pakaian adata masing-masing.
a.    Perbedaan pakaian adat antara Suku Mek dan Yali
Pakaian adat “yali” adalah homi sabiap dan kem (bahasa yali)  tali rotan yang di bela dan melingkar berbentuk “o”melingkar di bagian pinggang sampai dengan menutupi pantat secukupnya.

Sedangkan kem bagi wanita, adalah dianyam dengan benang asli tidak seperti Sali hanya dipotong
 khusus untuk di tutupi di bagian pantat dan depan kemaluan wanita.

Pakaian adat “Mek” adalah pik polak dan pele (bahasa mek) bentuk tali rotan namun hanya di anyam sekitar tiga antara empat, itupun agak besar tidak tutup bagian pantat dan sedangkan koteka yang dipakai adalah menjurang tinggi keatas.
Kemudian pakaian adat wanita adalah Sali, rumput kolam yang memang khusus di tanam untuk dianyam sampai potongan lutut. Itu adalah pakaian adat mek secara nyata.
b.      Kolaborasi Budaya
Dimaksud kolaborasi adalah bagaimana mempersatukan budaya yang satu dengan budaya lain akhirnya semacam unik dan seni. Itu hanya di pandang dari sisi positif bahwa terjadi keunikan. Namun dampak yang menjadi hilangnya budaya suku mek adalah terutama kawin silang. Kawin silang ini menjadi sebuah dampak yang besar dan perbahan terbesar yang terjadi sehingga hilangnya budaya orang mek yang dulunya “kamkaren” adalah sebutan bahasa mek adalah tali rotan hanya melingkar di bagian pinggang saja. Namun teradopsi budaya yali akhirnya menjadi sabiap.
 







Foto: Saulus Tibul Salah Satu Bapak Dari Kampung Nohomas distrik kosarek
c.     Nyanyian (sepna/pet Diiringi dengan ngwek kol-kol)
Suku yali mengatakan “yunggul” sedangkan Mek “Pet” perbedaan ini adalah bahasa. Bahasa yali dan mek sangat bedah. Cara berdansa antara suku mek dan suku Yali adalah. Suku yali mereka setelah menyebut tujuan dan maksud dan perkataan itu setelah keluar mereka melingkar di area yang mereka sedang dansa. Hal itu memang dari sejak nenekmoyang sampai dengan sekarang masih melekat pada anak cucu  sampai dengan 7 turunan orang yali.
          Cara berdansa orang mek, berbentuk ular/pelangi. Artinya bahwa ketika dansa bisa saja bingung, sebab kepala bisa jadi ekor. Pada saat kepala masuk mereka menyebut tujuan dansanya mereka akan keluar dengan ekor bersamaan dengan ngwek kol-kol (siul), serta sebaliknya.
Irama:
1.    Yali nang kolona (teriakan laki-laki versi orang mek)
2.    Ngwek kol-kol ana (siul)
3.    Ngaepna kelabo (terikan wanita dua pasangan)
a.     Yali nang kolona, biasanya dilakukan pada saat membuat rumah, angkat kayu untuk membuat jembatan serta pada saat dansa, cara ini sesuaikan dengan terikannya, suara tinggi harus ditutup dengan suara rendah, teriakan ini khusus dilakukan oleh para kaum pria.
b.    Ngwek kol-kol ana (siul), siul ini memang salah satu seni yang sangat indah di dengar oleh banyak orang. Cara siul ini di sesuaikan dengan (sepna/nyanyian). Kedengarannya seperti harmonika, dalam dansa orang mek memang menjadi tradisi mereka, dari sejak dahulu sampai dengan sekarang.
c.     Ngaepna kelabo (teriakan wanita dua pasangan), dua wanita ini dikhususkan untuk teriak di samping diamana laki-laki sedang berdansa. Sehingga terjadi seni dengarnya indah. Dua perempuan ini memang sudah terlatih tidak bisa main-main sebab itu menjadi tradisi mereka.


Samping Kanan Atas Nama Piringe Tibul Saat Dansa Di Lapangan Terbang Kosarek

Suku mek “pet” dansa pet ini tidak diperbolehkan anak-anak di bawah umur 12 sampai 15 tahun kebawah, dan kaum wanita. Kaum wanita hanya dipilih dua pasangan untuk mereka berteriak di sampaing yang dimana kaum pria sedang berdansa. Supaya ada keunikan yang terjadi secara langsung. Dalam bahasa mek “ngaepna kelabo” yang artinya perempuan teriak.
Hal ini memang dari sejak dulu sampai dengan sekarang masih ada.
Dampak yang mempengaruhi budaya mek sangat besar dan terlihat secara langsung di acara atau upacara resmi lainya yang terjadi wilayah mek. Seperti perubahan pakaian adat yang dulunya lain sekarang teradopsi budaya yali. Sama halnya dengan cara dansa dulunya pakai bahasa sendiri “mek” sekarang pakai bahasa yali.  Hal ini secara langsung terbukti dimana-mana.
Dampak yang besar yang akan terjadi di generasi yang akan datang didaklah muda dan gampang. Hal ini tidak difokuskan dan di bedakan maka terjadilah bergeseran budaya, adat istiadat, yang akan terjadi. Dan suku lain mengatakan dulunya ada suku mek di wilayah yang sementara ini orang yali tinggal, misalnya.
Tuhan tempatkan berbagai ragam suku, ras, dan budaya di dunia ini, untuk menghargai ras sebagai tanggungjawab bersama.
Pada beberapa poin diatas menceritrakan tentang perbedaan pakaian adat antara suku Mek dengan suku Yali. Dan di bawah ini tidak kala juga denga  matan pencaharian.
5         MATA PENCAHARIAN
1.    kebun
a.     Mata pencaharian yang paling utama untuk menutupi kebuntuhan sehari-hari, serta kebutuhan umum adalah berkebun. Cara berkebun orang mek ada ,dua jenis beden yang pertama panjang dalam bahasa mek (awe wen) adapula yang bulat disebut (pundok). Untuk menebang kayu adalah satu-satunya kapak batu.
b.    Jenis kebun ada tiga ada juga yang tanam langsung, (polom bahasa mek, dan ada juga sogho ik  dua jeni kebun ini tanam langsung) ada juga bakar lalu tanam (lapto/bahasa mek/atau uk taro ).
c.     Yang di tanam di dalam kebun adalah berbagai tanaman diantaranya:
W    Ubi (kwaneng)
W    Keladi (am)
W    Ubi jalar (wani)
W    Tebu (kwi)
W    Sayur lilin (paghe)
W    Dan masih banyak lagi tanaman tergantung kebun dimana kebun itu daerah subur maka harus tanam sayur-sayuran.
d.    Jenis kebun sayur, biasanya sayur di tanam di tanah yang subur atau ditaman tempat yang ada mata air. Jenis sayur yang di tanam adalah:
W    Sayur gedi (molon)
W    Sayur bayam (gebe)
e.     Dulu banyak sekali jenis sayur namun masuknya perubahan akhirnya ada sayur Kol, sayur labu/labu siam, wortel dan yang lainnya.
f.      Kemudian jenis pisang, buah merah, buah-buahan dan jenis tanaman lainnya biasa di tanam di diaman tempat ada mata air, dan lembah yang basa agar subur dengan baik. Juga di halaman rumah masing-masing itu adalah tradisi orang suku mek. Dan masih banyak sekali yang dilakukan dari sejak dulu sampai dengan sekarang dan nanti.
6         MATA PENCAHARIAN BERBURU
Mata pencaharian berburu adalah yang terpenting untuk kepentingan kebutuhan rumah tangga. Orang mek biasanya berburu jangka panjang dan jangka pendek.
*   Jangka panjang biasanya pergi tinggal di tempat berburu dimana rumah yang memang sudah dibuat untuk berburu di bulan-bulan tertentu, musim-musim tertentu. Jangka panjang juga tinggal di tempat berburu selama berminggu-minggu hanya untuk mendapatkan apa yang mereka cari. Seperti:
-         Kus pohon (mana)
-         Mencari burung (winang)
-         Katak (yaghi)
-         DLL
7         MASKAWIN (kel sabogha)
Hal yang menjadi penting dan mendasar untuk tukar barang dan jasa adalah Babi, babi menjadi alat tukar tradisional bagian pegunungan termasuk suku mek. Hal ini menjadi bagian terpenting sebab tradisi ini akan di gunakan sampai dengan generasi. Untuk membayar yang sah untuk maskawin adalah babi, kerang, noken, kapak batu. Di bagian pegunungan atau di bagian mek dulu sampai dengan sekarang masih menggunakan itu sebagai simbol dan hal yang sah di mata mereka.
Sejujurnya di bagian suku mek tidak pernah berpacaran, hanya dalam baha mek bahwa “kel sae boroba” biasanya memberikan makanan, hasil buruan dan apa saja kepada orang tua dari perempuan ini, agar mereka tahu bahwa perempuan itu akan kawin oleh laki-laki tersebut sebab pacaran adalah hal yang mereka belum pernah tahu dan tidak pernah melakukan. Sebab hal itu akan membawa dampak negatif dalam keluarga dan mendatangkan kematian. Bagi wanita siapa tanpa sepengetahuan pihak orang tua dan berpacaran dengan pria yang mereka belum tahu maka, hal itu menjadi sebuah masalah serius. Secara nyata dulu hal itu pernah bunuh lalu buang di sungai, sebab tanpa sepengetahuan pihak orang tua sangat tidak boleh itu secara adat. Dari nenek moyang sampai dengan sekarang masih menggunakan cara dan kebiasaan itu.
Cara untuk mendekati sih wanita adalah harus berikan pesan lewat satu kepala suku ke kepala suku lain, itu langkah awal/pertama. Kedua bawa pesan itu ke pihak orang tua itu langkah kedua, sedangkan ketiga adalah ke wanita itu. Apabila semua pihak setuju maka pihak laki-laki sudah  menyiapkan bahan untuk memberikan maskawin dalam waktu dekat. Kebiasaan ini memang masih melekat sampai dengan sekarang, standar babi yang di bayarkan kepada pihak wanita sebagai alat tukar untuk wanita adalah batas 10 sampai dengan 11 itu adalah tradisi, tergantung bagi siapa punya babi banyak atau kurang itu tergantung pada pihak laki-laki untuk mampu bayar maskawin.
Dampak yang menjadi perubahan adalah masuknya perubahan-perubahan membuat semakin melupakan tradisi dan adat budaya. Dulunya tidak berpacaran sekarang sudah tau pacaran memang di mata masyarakat hal ini menjadi sebuah perbuatan dan hal yang fatal dan negatif bagi mereka. Dilihat daripada pengertian dan cara untuk mencarai isi hati si wanita dan pria untuk mencocokan adalah harus pacaran kalau zaman. Namun pikiran yang melekat pada orang mek adalah hal yang tidak baik.
Hal-hal ini menjadi seni dan keunikan yang terjadi dari zaman-ke zaman sebab dulunya lain dan sekarang lain katakanlah itu adalah dinamika jadi wajar-wajar sajalah. Namun bagi masyarakat adalah itu adalah kekayaan, tradisi dan norma-norma yang harus di jaga dan dilindungi bersama, jika tidak di jaga maka akan puna dan menjadi hilang di kemudian hari. Dan masuknya perkembagan zaman baru akan membawa dampak yang lebih besar bagi kehidupan manusia ke depan.
8         Upaca adat (wet/merowal)
Pada bagian ini adalah hal yang sangat fundamental  dan terutama untuk bagaimana menghormati budaya mereka. Sebab dengan upacara adat ini akan menciptakan pribadi yang handal dan takut akan semua larangan dan norma-norma keyakinan yang mereka pakai dan lakukan. Pada upacara adat ini ada dua jenis yang pertama adalah yang di sebut (wet) hal ini seperti ujian sekolah dasar sedangkan yang kedua adalah (merowal) yang artinya perguruan tinggi sudah selesai hanya jalankan ajaran-ajaran yang mereka tetapkan di dalam kehidupan mereka. Dasar daripada upcara adat ini adalah untuk bagaimana menghormati keluarga, menghormati sesama manusia dan patut pada ajaran-ajaran dan norma-norma. Dengan adanya ujian ini akan menguasai semua seluk peluk kehidupan yang baik dan benar, sebab perbedaan orang yang belum mengikuti ujian ini biasanya berjalan pada hal-hal negatif. Dalam hal negatif misalnya, memeras barang milik orang lain, mengkonsumsi barang yang haram dan menginginkan istri orang lain dan sebagainya. Berbeda degan orang yang sudah ujian adat, akan terlihat semua kebaikan dan murah hati dan mampu mengikuti semua ajaran dan norma-norma adat istiadatnya itulah keuntungan daripada ujian ini.
Materi dalam upacara ini adalah:
1.    Cara Berkebun
2.    Cara Membuat Rumah/Honai
3.    Cara Membuat Jembatan
4.    Cara Kawin Yang Positif
5.    Cara Berburu
6.    Cara Berdansa
7.    Cara Perang
8.    Cara Mengambil Keputusan
9.    Cara Berinteraksi Antar Manusia/komunikasi yang efektif
10.                       DLL
Dari beberapa materi diatas ini sebagai bekal pengetahuan dan pengantar dalam segala hal yang biasa mengalami di dalam keluarga dan di luar keluarga baik di kelompok-kelompok dan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
9         DANSA ANTAR KAMPUNG (wet sepna)
Masyarakat suku mek biasanya berdansa antar kampung, berdansa antar kampung ini menjadi tradisi orang mek. Dansa antar kampung adalah bisanya masak babi di kampung A sedangkan kampung B berdansa ke kampung A. Demikian pula sebaliknya terjadi, jadi kedual bela kampung berdansa waktu yang sudah di tentukan oleh kepala suku atau kampung itu.
Cara untuk menawarkan dansa ke kampung A adalah:
1.    Menginformasikan berita ke kampung A sekaligus memberitahukan bahwa jumlah babi yang mereka akan masak di acara dansa nanti. Agar di pihak B juga akan mempersiapkan babi yang mereka akan masak. Agar terjadi kecocokan antara Kampung A dan kampung B.
2.    Persetujuan hari/tanggal dan bulan untuk dansa.
10   Kepercayaan
Kepercayaan di bagi menjadi dua bagian diantaranya:
a.     Penyembahan, Keyakinan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi mereka, sebab semua kebutuhan dan keinginan akan terwujud. Diantaranya penyembahan, untuk menyembah berhala atau di sebut opotisme. Dipandang dari perkembangan zaman sekarang bahwa yang dulunya mereka lakukan adalah opotisme. Namun itulah zaman mereka dan semua keyakinan akan terwujud. Misalnya dalam honai itu ada tuhan mereka dan mereka sudah meyakinkan itu.
b.    Permohonan, sudah pasti bahwa tuhan mereka akan mengabulkan apapun yang mereka minta akan terwujud. Memang hal itu sudah terbukti bahwa misalnya saja pada saat mereka mau pergi perang harus mereka memanggil nama Tuhan mereka juga meminta perlindungan agar semua kemauan dan keinginan mereka terwujud
11   Pakaian        Adat
Pakaian adat adalah koteka pik bahasa mek bagi pakaian adat pria dan Sali bahasa mek pele pakaian adat wanita.
PAKAIAN ADAT PRIA

a.     Koteka ini biasa di tanam di halaman rumah atau di mana ada pupuk yang bagus agar subur. Bentuknya seperti daun labu namun ketika dia berbuah ada yang panjang dan ada juga yang miring. Yang panjang di sebut pik kemudian yang miring di sebut yabla.
b.    Cara pembuatan koteka adalah pertama di petik dan dibakar tetapi tidak hangus hanya di taruh di pinggir api lalu biji yang ada di dalamnya kasih keluar. Sampai dengan di dalamnya bersih lalu di taruh di atas atap agar kering cepat untuk di gunakan.
c.     Koteka juga biasanya dimakan baik yang tua maupun yang masih muda. Yang tua hanya bijinya saja dimakan. Kemudian yang masih muda bisanya dimasak lalu makan.
d.    Koteka dipakai untuk berdansa juga untuk pakai untuk sehari-hari. Yang dipakai untuk dansa menjurang tinggi keatas, kemudian yang di pakai untuk sehari-hari sangat pendek.
Pakaian adat wanita. (pele bahasa mek)
a.     Pakaian adat wanita (pele) ini ada dua jenis ada yang agak tebal dan ada juga yang kecil. Yang besar adlaah simel (bahasa mek) yang kecil (sel bahsa mek)
b.    Sali/ pele bahsa mek di tanam di kolam atau parit-parit. Memang tidak bisa di tanam di daerah yang kering harus di tanam di daerah yang subur atau ada tanah liat atau kolam agar di subur .
c.     Cara pakai memang hanya di tutupi di bagian depan kemaluan dan di bagian belakang pantat. Batas dari paha dan tidak sampai lutut. Hal ini dari sejak nenekmoyang sampai dengan sekarang.
Perhiasan Melei dan mekel pada kedua jenis perhiasan ini biasa di tukar dengan babi karena menurut mereka ini adalah barang yang sangat berharga di mata mereka.
a.     Bentuk melei ini sangat tebal dan panjang sekitar 5 cm. Bisanya dipakai di dada khusus pria, baik dipakai di acara dansa maupun di pakai hari-hari tertentu.
b.    Sama hal dengan mekel, jenis mekel ini adalah sangat kecil dan warna putih dan biasanya di pakai oleh pria dan juga wanita. Baik di hari-hari tertentu berkaitan dengan upacara adat juga pakai untuk hari-hari.
BEBERAPA SENI
Optimis menghilangkan beberapa keunikan seni yang biasa dipakai oleh suku mek khususnya diantaranya adalah:
a.     Seni Tari
b.    Seni Lukis
c.     Dan Seni Hias
Seni Tari
          Seni tari tidak asing lagi bahwa (pet sepna) bahasa mek, dengan cara ini biasanya dilakukan pada waktu tertentu tidak harus melakukan dansa setiap bulan dan tahun. sebab diamata mereka seni tari adalah hal yang terhormat tidak main-main, memang pada waktunya tiba maka mereka akan mengundang kampung lain untuk berdansa ke kampungnya. Tidak setiap bulan dan tahun melakukan dansa, mau dansa apabila mereka siap di sisi pertumbuhan manusia, pertumbuhan hasil karya dan pertumbuhan babi. Agar mendorong pikiran mereka untuk harus dansa, sebab dansa itu bukan biasa-biasa pikiranya adalah memamerkan hasil kebun, hasil ternak dan pertumbuhan manusia secara utuh. Kemudian dengan dansa ini membujuk si wanita berlari untuk masuk di rumahnya laki-laki, itu menjadi tradisi.
Seni Lukis
Seni lukis ini ada juga yang namanya (Kelabi) yang di ukir dengan kayu kemudian disimpan di rumah adat atau honai. Itu sebagai kelestarian kekayaan budaya yang sekarang masih tersimpan di rumah-rumah tertentu. Lukisan ini tidak disimpan di honai perempuan harus disimpan di honai laki-laki khusunya, memang hal itu menjadi tradisi.
Seni hias
Tidak kala juga sebab budaya yang dimiliki oleh suku mek dibandingkan dengan daerah lain yang memiliki budaya masing-masing. Oleh sebab itu suku mek juga mempunyai seni hias seperti: noken, panah, gelang tangan, kalung, dan masih banyak lagi yang tidak sebutkan satu per satu.
Dengan melihat dan mempertimbangakn semua ini bahwa orang mek juga punya hak dan kewajiban untuk memiliki wadah yang mengatur dan membina iman kekristenan, membina dan mengarahkan seluruh orang mek dengan dasar alkitab sebagi asas.
Dilihat daripada perkembangan yang sedang terjadi di era teknologi ini membawa dampak yang serius pada kehidupan manusia terutama pada tingkaat remaja. Dimana media membujuk mereka untuk terjerumus dalam kebiasaan-kebiasaan sosial dan kelompok-kelompok. Contoh: katakanlah iklan sampo, memang dalam iklan mengatakan ketika pakai sampo semua ketombe akan hilang akhirnya membujuk konsumen untuk harus membeli barang tersebut. Ketika ia membeli barang tersebut pake tetapi ketombenya tidak hilang. Itu menjadi salah satu ketidakpercayaan konseumen terhadap produknya sampo ini. Sehingga seorang konsumen terjadi penipuan iklan dan menjadi korban.
Inti daripada membentuknya Kelaurga Besar Suku Mek di dekai kabupaten Yahukimo ini agar membina anak-anak remaja, pemuda dan para seluruh tokoh yang ada di kabupaten Yahukimo supaya mereka tahu bahwa ada hak-hak mereka yang sementara ini mengatasnamakan lalu menikmati oleh para eli. generasi penerus dan mamsyarakat lokal untuk sadar akan iman dan kehidupan yang harmonis dan menciptakan cinta kasih dalam mewujudkan kehidupan yang beriman dan bermartabat.
Ikatan keluarga besar suku mek adalah suku yang mendiami di ufuk timur indonesia, terdapat di kabupaten Yahukimo juga di kabupaten Yalimo. Diantaranya Kosarek, Nipsan, Talambo, Kono, Dirwemna, Endomen, Dan Nalca. Pada kedelapan distrik ini adalah suku Mek, tradisi yang sama, bahasa yang sama, dan budaya yang sama. Kesamaan budaya dan adat istiadat ini menjadi pembaharuan cara kehidupan untuk bertanggung jawab bersama. Dinamika yang sedang berkembang dalam kehidupan manusia selama ini adalah saling menjatuhkan, saling intimidasi dengan hanya karena kepentingan sesaat antara sesama umat ciptaan Tuhan.
Suku mek ini sangat besar dan berpotensi kekayaan alam yang besar, sumber daya alam yang besar yang tersimpan di ufuk timur indonesia dengan kekayaan budaya dan norma adat istiadat. Hal-hal seperti ini tidak pernah mengingat dan mempertahankan identitas dan yati diri orang mek dan suku yang besar selama ini hanya ikut-ikutan hanya karena kepentingan sesaat yang tidak membawa keuntungan umum memikirkan hanya untuk individu.
Dilihat daripada segi kepentingan bersama untuk maju bersama dalam menciptakan kebersamaan dan cinta kasih untuk mewujudkan suku yang harmonis dan bertanggungjawab adalah mampu memiliki pribadi-pribadi yang takut akan Tuhan.  
Dengan melihat dan mempertimbangkan berbagai ragam keunikan dan cara yang di lakukan oleh orang mek diatas memberikan salah satu wacana baru untuk memikirkan bahwa. Orang mek mempunyai jati diri dan harga diri yang sangat bersar untuk mempertahankan cara dan kebiasaan yang melekat pada orang mek. Sebab walaupun perkembangan membawa dalam perubahan mental fisik dan semua cara tetapi tradisi dan norma itu tidak akan terlupakan dalam hal apapun.
Sebab budaya adalah warisan nenekmoyang yang di turunkan dari keturunan ke ketrunan agar tetap terjaga dan kokoh dan kaya dalam budaya. Budaya orang mek sangat kental sampai dengan sekarang masih adah di bandingkan dengan kita yang lain. Ada bahasa yang sudah hilang dan budayanya. Namun orang mek masih tersimpan di ufuk timur indonesia.  
Pekabar injil di bagian yali yang namanya, Pdt. Sefritz Zolner dan rekan-rekan perkabar injil lainnya mereka tiba di kosarek pada tanggal 4 desember 1972 di kampung Nohomas. Pada beberapa bulan kemudian diperintahkan untuk bakar semua yang dianggap penyembahan berhala.
Sisi Teologi
Opotisme adalah penyembahan berhala yang memang bukan Tuhan tetapi diyakini itu sebagai tuhan dan turut sembah itu. Dan di dalam Alkitab mengajarkan Tidak ada Tuhan selain Allah sendiri sang pencipta manusia dan alam semesta. Dialah harus di sembah dan puji karena dengan Dia kita bisa hidup dan mampu membuat sesuatu yang tidak pasti dan dengan segala berkat dan pertolongan-Nya kita dapat semuanya sesuai dengan kehendak Allah sendiri.
Sisi Adat
Opotisme bukan berarti yang membuat mereka jatu dalam jurang melainkan dapat memberikan sebuah jawaban dalam menjalankan semua seluk peluk kehidupan mereka. Sebelum kabar injil tersebar di bagian Yali, yang kita dianggap penyembah berhala itu adalah Tuhan mereka. Sebab semua yang mereka minta baik dalam bentuk permohonan, perlindungan dan yang lainnya dapat terjawab. Juga ada dokter asli yang dapat menyembuhkan luka dan sakit seperti ayan-ayan serta sakit apapun yang mereka derita. Dan menurut mereka bahwa Tuhan mereka memang ada. Sebab semua itu terbukti dalam hal apapun.
Ada beberapa cara penyembahan
a.     permohonan
Perbandingan antara zaman dulu dengan sekarang jadi perlawanan namun semua baik siapa bilang adat istiadat, norma dan kebiasaan lebih bagus dibandingkan zaman sekarang kabar injil?. Injil ini adalah kabar keselamatan bagi segala bangsa di dunia. Sebab setelah israel pertama tela musnah karena semua pelanggaran dan mereka tidak menjalankan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka terkutuklah semua manusia dan musnah (air Bah Nuh) dan Tuhan janji bahwa tidak ada lagi kemusnahan seperti ini. Kemudian setelah air bah anak-anaknya Nuh: sem, ham dan yafetlah yang membesarkan seluruh bangsa di dunia. Namun dengan melihat segala pelanggaran yang dilakukan oleh manusia seutuhnya maka Tuhan sendiri berbelas kasihan kepada seluruh umat di dunia ini dan ada tertulis: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga ia telah mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Sehingga injil atau disebut kabar keselamatan ini menjadi pemersatu bangsa, pemersatu kelompok dan mendamaikan dengan darahNya yang suci itu sendiri. Sehingga yang menjadi pertanyaan kepada orang mek sendiri bahwa kapankah ada namanya kesatuan, persatuan dan cinta kasih untuk menuju kehidupan yang baik? sebab kehidupan yang baik tidak akan datang sendiri, ketika manusia itu sadar dan takut tunduk pada aturan-aturan yang berlaku baik yang bersifat universal maupun individu.  
Pemecah Keutuhan Wilayah
Yang menjadi dampak dalam keutuhan wilayah adalah tidak ada namanya kecerdasan berpikir untuk membangun daerah dengan satu tujuan, satu pikiran dan komitmen. Adapaun hal ini harus melalui sharing atau diskusi antara pendahulu baik di bidang pemerintah maupun gereja, pendahulu dalam arti bahwa senior dan para tua-tua adat. Agar tujuan adalah untuk dapat memberikan sumbangsi pikiran untuk hal yang positif. Sehingga dapat memelihara kesatuan, persatuan suku dan budayanya sendiri.
Di wilayah mek ada beberapa dedominasi gereja diantaranya: GKI, GIDI dan GJRP. Dari sinilah tercipta sosok-sosok yang handal dan siap di pakai dimana-mana. Namun karena ketidak adanya satu komitmen dalam membangun kebersamaan yang dilandasi dengan Nama Tuhan adalah pemersatu antara sesama manusia. Sehingga kefakuman dalam bidang kaderisasi sumber daya manusia, kefakuman pemerintahan distrik dan membuat orang lemah dalam berpikir sesuatu yang positif. Kata Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. Joko Widodo di debat kandikat bersama, Bapak Prabowo Subianto bahwa “revolusi mental” apa itu revolusi mental. Sebab dilihat daripada kesadaran manusia dalam berpikir sesuatu tidak ada namanya kepercaan yang pasti bahwa untuk meraih sebuah impian itu dengan senang namun kepercayaan dalam batin maka semua akan terwujud.
Setiap suku yang tercatat di papua khususnya di pegunungan Papua sendiri dapat dilihat bahwa yang menjadi pusat perhatian semua dari dunia adalah di pegunungan. Banyak orang mengatakan di papua masih menggunakan pakaian adat oleh sebab itu, setiap pegunjung dari berbagai negara ke tanah papua. adalah yang sudah menginjak kabupaten Jayawijaya maka sudah injak papua. dipandang dari kentalnya budaya orang papua lebih khusus pegunungan tengah sangat memberikan sebuah inspirasi penting bagi generasi yang akan datang. Bukan hanya di bagian budaya melainkan seni yang sangat kreatif yang masih di lestarikan oleh bagian pegunungan. Dan itu menjadi sebuah nilai yang sangat besar bagi daerahnya sendiri. Tetapi yang menjadi tanggung jawab bersama untuk mempertahankan jati diri sebagai orang mek dan suku mek adalah mampu mempertahankan budaya adat istiadat dan norma.
Dampak negatif dalam berbudaya bagi generasi zaman sekarang adalah, hanya karena malu untuk menggunakan alat seperti; pakaian adat, dan seni yang lainnya. Tetapi itu adalah hal yang sangat konyol dampak ini hanya semua ada pada orang tua dan dimana wadah yang dapat memberikan inpirasi, motivasi untuk cara berbudaya dan mengikuti norma yang ada dalam ajaran-ajaran. Baik itu di Firman Tuhan maupun tidak terlepas dari budaya. Sebab sudah jelas bahwa tidak kala zaman dahulu dengan sekarang.  Zaman sekarang beranggapan bahwa opotisme adalah hal yang sakral dan memang tidak boleh, namun zaman dulu adalah itu memang menjadi hal yang paling penting  bagi mereka. Sebab semua kebutuhan mereka akan terwujud..
Pemerintah Sebagai Instrumen Pembangunan
Eksistensi pemda adalah untuk menciptakan kesejahteraan secara demokratis Setiap kewenangan yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan kesejahteraan dan demokrasi secara efektif dan efisien.
Kesejahteraan Dicapai Melalui Pelayanan Publik
ü Pelayanan Publik Menghasilkan Outputs; Public Goods Dan Public Regulations
ü Public Goods; Jalan, Jembatan, Sekolah, Rumah Sakit, Pasar lapangan Pesawat, Irigasi Dll
ü Public Regulations; Akte Perkawinan, Akte Kelahiran, Ktp, Kk, Imb, Ho, Sertifikat Tanah Dll
ü Pertanyaan:
Kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik ini adalah yang paling dan strategis bagi daerah mek adalah poin kedua, seperti: Jalan, Jembatan, Sekolah, Rumah Sakit, Pasar, Terminal, Irigasi Dll.
Apakah pemda sudah menghasilkan public goods dan public regulations yang sesuai dengan kebutuhan rakyat yaitu; pelayanan dasar dan pengembangan sektor unggulan. 
SUMBER DAYA MANUSIA
Semua daerah, semua suku dan bangsa akan berubah apabila sumber daya manusia dapat mendukung, baik di bidang legislatif, eksekutif dan yudikatif. Pembangunan sumber daya manusia Suku mek seutuhnya sangat besar sebab dipandang dari sisi jumlah sumber daya manusia dan sumber daya alam. Pembangunan sumber daya manusia yang menjadi aktor dan berperan adalah para tua-tua dan senior dan senioritas, dengan adanya merek maka semua akan sadar akan kepentingan bersama. Sebab ada tertulis “hai anakku dengarkanlah dan jadilah bijak, tunjukanlah hatimu ke jalan yang benar. Jangan lah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kutuk membuat orang berpakaian compang-camping. (Amsal, 23:19-21”                                                                                                                                                                                                                                          
Tidak terhitung berapa jumlah sumber daya manusia, yang paling terpenting adalah bagaimana membentuk suku mek ini agar dapat terlihat bahwa SDM itu sendiri. perubahan akan terjadi apabila manusia itu sadar bahwa dan intropeksi dalam memikirkan kepentingan universal. Sebab selama ini banyak individu yang hanya memikirkan idividualisme dalam pembangunan baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur.
Beberapa hal ini menjadi tujuan visi dan misi pemerintah setempat untuk merakyat sesuai dengan amanat undang-undang yang ada. Pemerintah sebagai motor penggerak dan rakyat sebagai pengguna itu hanya sifat sementara tetapi memang hal ini menjadi nyata bahwa benar-benar terjadi dimana-mana. Ketika ibarat mesin mati atau juga rusak maka motor tidak akan jalan dan tujuanpun tidak akan terwujud dan sampai. Itu hanya sebagai contoh tetapi menjadi sasaran bahwa memang selama ini yang menjadi faktor adalah kurangnya pemimpin yang baik untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan baik.
Selama ini suku mek tersembunyi dan sangat tertinggal baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur. Walaupun di sisi pemerintah dan para elit politik memandang sudah ada perubahan tetapi. Dipandang dari segi pembangunan baik di bidang pendidikan, kesehatan ekonomi kerakyatan dan infrastruktur. Dimana ada kabuapaten diamana ad distrik dan dimana ada kampung maka disitu ada masyarakat dan seutuhnya manusia. Faktor yang menjadi kendala dalam pembangunan di bagian suku mek adalah.
1.    Letak geografis
2.    Tidak adanya persatuan dan kesatuan
3.    Kurang perhatian dari pemerintah setempat dan perangkatnya.
1.    Letak geografis
Suatu daerah maju dan perkembang apabila jangkauan tranportasi udara, darat serta laut secara baik. Secara universal wiayah mek yang dapat jangkau hanya transportasi udara/pesawat. Pesawat inipun tertentu yang bisa terbangkan ke lapangan-lapangan yang sudah ada rencana penerbangan saja. Adapun pesawat biasa dilayani di wilayah mek adalah; cesna/maf, ama, karavan, susiair, tarigu, dan oikonomos selain dari itu tidak. Kemudian masyarakat yang ingin belanja barang milik pribadi maupun umum, mereka harus berjalan kaki berminggu-minggu sampai tiba di Wamena kabupaten induk. Walaupun Kabupaten Yahukimo dan Yalimo hadir tetapi letak geografisnya sulit di jangkau. Tujuan wamena lebih mudah dibandingkan ke Yahukimo dan Yalimo. Kemudian dibandingkan untuk muatan barang dan bahan melalui transportasi baik untuk pembangunan serta milik kepntingan umum tidak memungkinkan.
Sehingga dampaknya diibilang wilayah suku mek sekarang ini dipandang segi pembangunan sangat tertinggal baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kesejahteraan dan infrastruktur.
Pendidikan
A.  Kurikulum Berbasis Kompetensi
      Dewasa ini kehidupan manusia dengan cepat berubah dari waktu ke waktu. Demikian juga dengan kehidupan anak/generasi muda, yang bahkan kadang-kadang perubahan itu sangat kompleks. Kehidupan keluarga, termasuk anak-anak sekarang memberikan banyak kebebasan dan banyak dipengaruhi oleh faktor dari luar. "Dunia menjadi semakin kosmopolitan dan kita semua mempengaruhi satu sama lain." Demikian ujar desainer Paloma Picasso, seperti dikutip oleh John Naisbitt (1990:106)
       Di lain pihak dengan kemajuan di bidang komunikasi (termasuk telekomunikasi tentunya), melalui film, TV, radio, surat kabar, telepon, computer, internet, d1l. anak-anak sekarang sudah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Dalam tulisan berikutnya, John Naisbitt menggambarkan: Dahulu biaya untak memulai sebuah surat kabar sama dengan biaya untuk memulai sebuah pabrik baja. Akan tetapi, dengan desktop publishing sekarang ini, sebuah surat kabar dapat dimulai dalam semalam dengan sedikit sekali biaya. Daily Planet Telluride sepenuhnya didigitalkan, termasuk pemakaian kamera digital yang citranya diumpankan langsung ke dalam komputer. (John Naisbitt, 1994:28-29).
       Jadi sekarang ini kehidupan kita senantiasa dibayangi oleh perkembangan IPTEKS (baca: Ilmu, Teknologi dan Seni) dengan akselerasi laju yang luar biasa, yang menyebabkan terjadinya "ledakan informasi". Pertumbuhan pengetahuan pada tahun 80-an saja berjalan dengan kecepatan 13% per tahun. Ini berarti bahwa pengetahuan yang ada akan berkembang menjadi dua kali lipat hanya dalam tempo kira-kira 5,5 tahun. Akibatnya pengetahuan dalam bidang tertentu menjadi "kadaluwarsa" hanya dalam tempo kira-kira 2,5 tahun. (Dikutip dari Miguel Ma.Varela, Education for Tomorrow, APEID, Unesco PROAP, Bangkok, 1990, oleh Santoso S. Hamidjojo).
       Dari gambaran di atas kiranya jelas bahwa dunia yang dihadapi peserta didik termasuk mahasiswa pada saat ini, sangat kompleks.Wajarlah jika secara periodik kurikulum senantiasa harus selalu ditinjau kembali, dan senantiasa ada pembaharuan di bidang kurikulum.
B.   Tantangan Masa Depan
       Masa depan kita ditandai oleh banjir informasi dan perubahan yang amat cepat dikarenakan masyarakat dunia terekspos oleh revolusi di bidang ilmu, teknologi dan seni, serta arus globahsasi, sehingga menuntut kesiapan kita semua untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada atau. akan terjadi. Artinya kita harus mampu menghadapi masyarakat yang sangat kompleks dan global.
       Adapun sejumlah masalah yang dihadapi saat ini dan tantangan masa depan dapat berupa:     
Faktor-faktor Eksternal seperti: globalisasi, perkembangan ekonomi nasional, desentralisasi, politik, sosial budaya dan teknologi.
        Faktor-faktor Internal seperti: dampak manajemen yang sentralistik, mekanisme pendanaan oleh pemerintah, manajemen dan organisasi, sumberdaya manusia, penelitian di perguruan tinggi, serta peran serta orang tua dalam pendanaan pendidikan.
Faktor yang menjadi penghambat kecepatan pendidikan di wilayah mek adalah: tenaga pendidik kurang profesional dan kurangnya tanaga pendidik, letak geografis, fasilitas yang tidak memadai seperti, buku pembelajaran berbasis kompetensi. Kurangya manajemen pengawasan (controlling management) dalam memberikan lulusan yang berpotensi ilmu pengetahuan.
Perguruan Tinggi
Berbicara tentang perguruan tinggi tidak kalah dengan suku lain yang ada di indonesia di papua dan di kabupaten Yahukimo sendiri. Kuantitas mahasiswa sekitar 20% sedangkan suku lain juga sama pula, namun yang menjadi tolak ukur adalah bidang-bidang tertentu yang sementara ini sama sekali tidak ada di pegununga ini seperti: pilot, dokter, dan sekolah di luar negeri juga sekolah teknik yang sementara ini dibutuhkan. Sebab kita merdeka dalam arti bahwa merdeka dalam pendidikan, merdeka dalam kesehatan dan bidang-bidang yang membawahi kebutuhan universal tepat sasarannya pada masyarakat. 
          Kurangya komitmen
Persatuan dan kesatuan ide dan gagasan menajdi salah satu konsep pembangunan yang positif demi kepentingan umum, untuk memajukan pembangunan yang lebih detail. Oleh sebab itu memerlukan konsep ide yang cemerlang dari berbagai pihak sesuai denga disiplin ilmu yang dimiliki oleh masing-masing individu.
Dibilang konsep dan ide yang cemerlang bukan hanya dari kaum intelektual melainkan semua elemen baik kaum pemuda, perempuan tua-tua adat. Sehingga dapat terjadi perubahan secara mental dan prilaku dalam hidup baik bersosial maupun kelompok dan individu. Kelompok secara utuh adalah mereka yang mengenal jati diri mereka secara teratur dan terarah, baik secara budaya dan adat istiadat.
2.    Kurangnya Perhatian Khusus
Wilayah suku mek ini bagaimanapun caranya untuk membangun yang lebih sempurnah dan detail apabila orangnya terpanggil untuk melayani mereka secara sungguh-sungguh. Sebab poin pertama diatas menjelaskan tentang jarak tempuh melalui transportasi ini menjadi salah satu perhatian khusus dari pemerintah setempat. Baik itu pemerintah pusat, daerah dan perangkatnya. Dilihat dari mekanisme pemerintah atau jalur pembangunan memang Kepala kampung adalah perpanjangan tangan pemerintah secara utuh, kepala distrik hanya mengawasi dan melaporkan sesuai dengan kinerja pemerintah desa itu adalah jalur yang ada. Namun selama ini yang menjadi kendala adalah, seorang kepala desa tidak begitu fokus pada pekerjaannya melainkan memikirkan secara individualisme 70% sedangkan universal 30%. Disisi pemerataan pembangunan 30% tidak sama sekali mereka merasakan     tetap saja mereka akan berbicara dimana otonomi Khusus yang pemerintah berikan demi kesejahteraan?  Inilah yang menjadi nyata kefakuman pembangunan di wilayah mek. Mek ini sangat luas dan potensi alam yang besar kekayaan budaya serta norma-norma yang masih tersimpan. Tetapi apabila pemerintahan berpikir luas dan secara baik-baik maka konsep pembangunan itu secara merata.
Anggaran APBD sangat besar volumenya, sesuai dengan jumlah distrik yang sangat besar serta sumber daya manusia dan sumber daya alam  yang sangat besar. Ini menjadi salah satu strategi pembangunan yang baik oleh pemimpin setempat namun karena kepentingan yang membuat nepotisme, individualisme menjadi dasar kekuasaan akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat yang tidak tahu apa-apa.
Minimnya fasilitas umum, seperti rumah sakit, gedung sekolah, dan yang lainnya termasuk  tenaga didik yang profesional baik di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Otonomi khusus memeberikan peluang besar untuk berpikir pembangunan yang lebih detail di setiap lini. Namun yang menjadi korban adalah masyarakat sendiri, masyarakat hanya berpikir ekonomi kreatif untuk menutupi kebutuhan atau juga demi kepentingan bersama.
Maju atau sejahtera apabila manajemen pemerintahan yang secara baik dan teratur. Pemerintah menyalurkan dana untuk demi kepentingan pembangunan daerah tingkat distrik. Perangkat pemerintahan kurang perhatian dan tidak awasi (controlling) dengan baik sehingga yang menjadi dampak negatif adalah korban pembangunan secara menyeluruh. Walaupun pikiran pemerintah bahwa sudah mensejahterakan dengan baik tetapi kita balik tanya mereka maka kata mereka “belum sampai di sasaran” itu karena apa? Semua ada pada yang berwenang. Masyarakat seperti wilayah mek ini jangan berpikir bahwa hanya pembangunan menengah sedangkan jangka panjannya tidak begitu nampak. Yang masyarakat membutuhkan adalah bukan, kesejahteraan yang berbicara hanya sekelompok orang dan mengatasnamakan lalu yang korban masyarakat. Tetapi yang mereka butuhkan adalah fasilitas umum sederhana saja seperti air bersih, pasar umum dan lain-lain yang menyangkut dengan kepentingan universal.
Suku mek ini daerah yang sangat strategis untuk memajukan kesejahteraan yang teratur dan merata baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kesejahteraan dan infrastruktur. Maka untuk mengatur kepentingan umum harus ada wadah, sehingga dengan wadah ini mengatur semua yang menjadi tanggung jawab bersama.
Semangat kerja menurun
Ada seorang remaja putus cinta kerena kekasihnya meninggalkan dia lalu memilih orang lain, karena dia anggap kurang perhatian. Akhirnya patah hati dan dia tidak makan dua hari hanya karena sakit. Masa putus cinta saja memperhentikan aktifitas lalu memilih tinggal di rumah hanya harena sakit hati. Padahal orang tuanya laki-laki dan cewenya mereka sudah sepakat bahwa untuk menguji si laki-laki apakah benar-benar mencintai dia atau tidak. Tetapi si laki-laki berpikirt bahwa itu benar sehingga dia tidak makan dua hari, namun ibunya kasihan karena ia belum makan jadi sebelum tawarkan dia makan kata ibu “nak makan dulu” mengapa kamu tidur-tidur saja di dalam kamar? Kata anak itu karena kekasihku meninggalkan aku lalu ia memilih orang lain. Lalau ibunya tanya apakah kau benar-benar mencintai dia? Ia bernar ma. Kalau kamu benar-benar mencintai dia berati kamu keluar cuci piring lalu makan, lalu anak itu keluar lalu makan. Padahal biasanya anak itu tidak pernah mencuci piring tetapi keterpaksa saja hanya karena si wanita dia keluar lalu cuci piring. Hari ketiga ibunya panggil si wanita dan mereka ceritakan semua yang mereka rencanakan dari awal sampai dengan akhir cerita. Akhirnya anak itu memeluk ceweknya lalu mengatakan “mama ini”
Artnya bahwa kadangkala manusia berpikir cuci piring itu ialah hal yang sangat kecil hanya kaum wanita sajalah yang harus kerja. Salah satu pelajaran besar dalam hidup adalah cuci pirng.
Salah satu faktor terbesar dalam jiwa adalah malas, ego, dan lainnya. pada beberapa hal ini menjadi salah satu faktor penghambat pekerjaan, ada semangat kerja apabila dalam sekitar pribadinya aman dan tidak ada halangan apapun. Sederhana saja bahwa orang malas biasanya lapar dan orang rajin.
Orientasi Pada Masyarakat
Orientasi pada pembangunan yang efektif dalam era sekarang ini sangat strategis untuk bagaimana masyarakat primitif yang sekarang ini nerasakan kesejahteraan yang positif. masih tertinggal di daerah pedalaman ini yang harus memberikan mereka sebuah peluang   besar. Banyak orang memutar balik fakta dan kenyataan yang terjadi pada masyarakat secara langsung bahwa, sebenarnya pembangunan yang harus melakukan secara merata tetapi hanya berpikir individualisme yang menjadi tujuan pembangunan. Jika dipandang bahwa ini adalah membangun pribadi bukan universal. Suku mek mempunyai 8 distrik dan perangkat kampung yang banyak, dan untuk berbicara pembangunan maka bisa saja terjadi perubahan 50% secara baik. Namun zaman sekarang politik yang tidak bertanggungjawab dan politik hanya semena-mena untuk kepentingan sesaat ini menjadi tujuan utama sehingga generasi yang mempunyai bobot dan kualitas secara langsung tersembunyi. Ini adalah secara langsung mematikan karakter anak bangsa yang ingin haus pembangunan pengalaman yang kurang memungkinkan.  Sehingga dengan adanya suku mek ini bisa saja belajar yang lebih giat baik sisi teologis adat dan budaya yang ada seutuhnya. Dan mengenal satu sama lain serta mempererat tali persaudaraan yang kokoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Motivasi Sederhana

                                Pemimpin yang  sederhana (foto by: mike martin 2003)               Saya pernah menjadi ketua kelas di sala...