Profil Penulis
Arius Tibul, S.I.Kom adalah anak dari (Alm) Andreas Tibul Ibu
Martha Yalak. 5 bersaudara termasuk anak kedua dari 5 bersaudara 2 anak
laki-laki dan 3 orang perempuan. Lahir pada Tanggal 21 Desember Tahun 1992 di
salah satu kampung yang sangat terpencil di wilayah timur Pegunungan Papua
letaknya di Kampung Nohomas Distrik Kosarek kabupaten Yahukimo. Ia salah satu
anak yang menimbah Sarjana Ilmu Komunikasi di Program Study Ilmu Komunikasi
Strata Satu (S-1) Jurusan Hubungan Masyarakat (public relations) SEKOLAH TINGGI
ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura Tahun 2014.
Sekolah dasar SD Inpres kosarek Tahun
2004
Sekolah menengah pertamaSMP YPK
Bhetlehem Wamena Tahun 2007
Sekolah menengah/Kejuruan SMK Yapis
Wamena Tahun 2010
Pengalaman berorganisasi
1.
Ketua Ikatan Distrik Di Wamena Tahun 2008-2009
2.
Wakil Ketua Ikatan Distrik Di Jayapura Tahun 2010-2011
3.
Koordinator Keamanan Komunitas Pelajar Mahasiswa Kabupaten Yahukimo
Tahun 2010-2012
4.
Koordinator Keamanan Asrama Pdt. S. Liborang Padang Bulan Tahun
2011-2013
5.
Ketua Bidang Internal Kampus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
STIKOM Muhammadiyah Jayapura Tahun 2013-2014
6.
Wakil Sekretaris Komisariat Marthen Luther Gerakan Mahasiwa
Kristen Indonesia (GMKI) Masa Bakti 2012-2014
7.
Mengikuti Seminar, Workshop Di Tingkat Kampus Dan Luar serta
pelayanan Rohani
8.
Pengasuh sekolah minggu GKI Moria Pirip Elelim Tahun
2014-2016
HOBY
-
MEMBACA
-
MUSIC
-
MANCING
TERTINGGALNYA
PEMBANGUNAN DI WILAYAH SUKU MEK
Kata
Pengantar
Bersyukur dan berterima
kasih kepada Tuhanencipta alam semesta karena Dia adalah segala sumber, baik
itu berkat, kepintaran akal budi serta
marifat, kadang manusia berpikir semua karya yang dilakukannya itu dapat
terselesaikan dengan baik karena hebat, kaya, serta pintar. Tetapi tanpa
pertolongan Tuhan tidak akan terselesaikan dengan baik, semua rencana manusia
dalah rencana yang Tuhan sudah buat. Nabi Yeremia adalah seorang manusia yang
Tuhan pilih sebagai Nabi. Kata Yeremi kepada Tuhan, Ah Tuhan ALLAH!
Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih mudah.” Tetapi
Tuhan berfirman kepadaku: janganlah katakan Aku ini masih mudah, karena siapapun
engkau kuutus, haruslah engkau pergi dan apapun yang kuperintahkan kepadamu
haruslah kau sampaikan” (Yeremia, 1:4-6). Kami sebagai manusia tidak pernah
tahu tentang rahasia Tuhan seperti apa tetapi didalam kehidupan manusia secara
nyata bahwa. Seorang Yeremia adalah anak muda yang diutus oleh Tuhan. Walaupun
nabi Yerema berkata aku ini masih muda, tetapi Tuhan berkata jangan “berkata
aku ini masih muda”. Dan Tuhan menaruh perkataan-perkataan-Nya untuk Yeremia,
agar dia tidak kaku dalam mengambil keputusan, memimpin bangsa dan apapun yang
akan diinginkan oleh nabi Yeremia sendiri.
Daftar Isi
Pengantar dari penulis
Kata pengantar
Deskripsi singkat
Daftar isi
Bab I pendahuluan
a. Latar
Belakang
b. Maksud
Dan Tujuan
c. Perbedaantradisi
Norma Dan Adat Istiadat Suku Mek
d. Kolaborasi
Budaya
e. Seni
§
Seni tari
§
Seni lukis
§
Seni hias
Bab
II Mata pencaharian
a.
Berkebun
b.
Berburu
1. Upacara
adat
a. Maskawin
b. Peneguhan/ujian
adat
c. Dansa
antar kampung
2. Kepercayaan
a. Penyembahan
b. Kebutuhan
c. Permohonan
3.
Pakaian
adat
a.
koteka
b.
sali
c.
kerang
laut/me-lei
mekel (Bahasa Mek)
d.
taring
babi
|
Sebelum Anda Mampu Memimpin
Orang Lain, Anda Harus Memimpin Diri Sendiri
|
Saudara sepakat dengan
kata mutiara diatas? Bila ya! Saudara termasuk golongan orang bijaksanaseperti membalikkan
telapak tangan kita. Artinya bahwa selama ini memandang budaya kita itu tidak
berharga sebanding dengan hanya berpikir budaya orang lain. Dan mengandalkan
budaya orang lain. Itu pikiran yang konyol berarti tidak menghargai identitas
dan jati diri. Sekalipundipandang orang lain bahwa budaya kita sejelek apapun
dimata kita sangat berharga dan bermanfaat. Karena budaya itu salah satu
warisan yang diturunkan oleh nenekmoyang untuk bagaimana menjaga dan
melestarikan dengan sebaik-baiknya. Budaya akan hilang apabila manusia sendiri
tidak sadar dan perpatokan pada perkembangan yang sementara menghampiri kita.
Sebab manusia ini lemah, gampang sekali terjerumus pada perkembangan bisa saja
menyangkal budaya sendiri karena takut dan malu, secara manusia.
1.
Latar Belakang
Kegelapan meliputi
daerah suku Yali, mereka saling menindas, saling membunuh, saling memakan, dan
penyembahan berhala. Itu menjadi tradisi orang Yali pada umumnya, dan mereka
tidak mengenal antara suku dengan suku, saling menindas suku yang lemah karena kekuatan dan kekuasaan. Oleh
karena itu dengan berbelas kasihan dan pertolongan Tuhan kepada orang Yali, sehingga datanglah mereka dari negeri kejauhan
dan mengabarkan Injil atau yang di sebut kabar keselamatan di lembah Yali
khususnya Mek. Bersyukur kepada Tuhan sebab Dia begitu dan berpihak kepada
orang Yali
Sehingga kabar
keselamatan ini menjadi pemersatu suku, pemersatu kampung dan seutuhnya manusia
itu sendiri.
Sebelum injil ini
tersebar di daerah Yali orang Lani dan Hubula berkata bahwa di balik gunung
timur ada orang Yali yang sangat jahat serta mereka adalah pemakan manusia dan
manusia terbang. Kemudian sama hal juga orang di Wilayah Angguruk Apahapsili
Ninia dan perbatasan dengan wilayah Lani dan Hubula mengatakan ada orang Yali
ada di belakang gunung timur. yaitu diantaranyaKosarek Talambo, Sela, Korupun
dan Kono. Sama juga orang Kosarek, Kono, Nipsan dan Talambo mengatakan ilikin yali nang (orang yali tinggi). Memanag
menjadi keliru dalam yang mana yang sebenarnya orang yali? Tertapi secara
universal dari dirwemna sampai dengan kurima adalah orang Yali. Karena orang
dari lani barat mengatakan orang kurima adalah orang Yali. Sehingga disebut
sebagai orang Yali, secara garis besar Suku Yali adalah suku yang sangat
terkenal di pegunungan.
Pada zaman pemerintahan
Kabupaten Jayawijaya, dibilang untuk wilayah Yali Mek adalah umum orang Yali,
tetapi perkembangan dan daerah otonom baru ini memberikan atau salah satu
pecahan suku dan bahwa ada juga orang Yali, Hubula, Kimyal, Momuna, Mek, Ngalik.
Tetapi untuk penyebutan Mek adalah hanya dianggap orang Yali pendek sehingga sekarang
di sebut sebagai suku Mek.
Keberadaan suku Mek
terdapat di tanah Papua letaknya di Kabupaten Yahukimo, arti daripada Yahukimo adalah: Yali, Hubula, Kimyal dan
Momuna” namun ada beberapa distrik dan wilayah di kabupaten Yahukimo
mempunyai suku Mek. Sehingga nama Mek ini tersebar sampai dengan luar Negeri.
Batas wilayah antara wilayah Mek dan suku Yali adalah bagian Mek depan
diantaranya; Pinia Pintok dan Nurap sekarang disebut Folmimpi Lapangan terbang
baru. Bagian tengah adalah Membaham, Punum, Telam dan Wala, sekarang di sebut
sebagai Distrik Ubalihi kemudianwilayah
yang berbatasan dengan kabupaten Yalimo, disitu terdapat bahasa Mek dan adalah Gilika,
Benawa, Lulum Dan Lawe Key dan Bari. Ada juga daerah yang perbatasan dengan
Kabupaten Pegunungan Bintang seperti Ibomek dan Bomek dua daerah ini seutuhnya
orang Mek. serta ada wilayah tertentu yang berbatasan dengan suku Kimyal, ada
juga daerah tertentu yang berbatasan dengan suku Momuna dengan Mek.
Walaupun ada suku Mek di tengah kabupaten Yahukimo
tetapi tidak ada perhatian khusus bagi
rakyat, di wilayah mek disana mereka tidak tahu kesehatan yang layak, Pendidikan
yang layak Sekolah, dan juga infrastrutur.Artinya bahwa kesejahteraan itu
sendiri tidak merata dibandingkan dengan daerah lainnya. Sebab tujuan otonomi
daerah adalah:
-
Menciptakan kesejahteraan.
-
Bagaimana menjadikan Pemda
sebagai instrumen untuk menciptakan kesejahteraan
-
Mensejahterakan secara
merata dan menyeluruh seperti daerah yang tertinggal
-
Mendukung proses demokrasi di
tingkat lokalsecara baik dan benar, sesuai
undang-undang yang berlaku.
2. Dampak Yang menjadi
masalah
a. Yang
menjadi dampak atau masalah adalah terutama keutuhan suku mek serta adat
istiadatnya semakin hilang disebabkan karena perkembangan globalisasi dan zaman
teknologi ini semkain maju, seakan membujuk manusia. Sehingga semakin lama puna
semua adat dan budaya mereka secara langsunghilang. Bahkan daerah lain 90%
sudah hilang sehingga sekarang masih pake dengan alat modern.
b. Kesejahteraan kepada masyarakat tidak kelihatan dengan baik, hanya
di obyekkan oleh para penguasa-penguasa yang hanya berpikir individu. Sehingga
terjadi korban pembangunan baik itudi tingkat pendidikan, kesehatan,
infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.
c. Kurangnya persatuan dan kesatuan serta kerja sama
yang baik yang ada hanya individualisme dan egoistik serta nepotisme yang
menjadi tujuan utama. Dan kurangnya komitmen bersama dalam membangun rakyat
sesuai dengan amanat undang-undang yang sudah diamandemenkan.
d. Kurangnya implementasi program pembangunan secara
merata di berbagai bidang sehingga terjadi permasalahan serta korban
pembangunan.
e.
Otonomi Khusus tahun 2001 tidak diimplementasikan sesuai dengan aturan,
serta tidak sampai pada sasaran.
4 Tujuan
dalam tulisan ini adalah:
a.
Tujuan
bahwa bagaimana yang menjadi aktor dalam ini sadar dan ingat bahwa tugas dan
tanggungjawab yang di berikan ini hal yang besar dan melakukan dengan penuh
rasa tanggungjawab.
b.
Dalam
hal ini juga bukan mengkritik pemerintah, mengkritik elit politik, mengkritik
suku.Melainkan mengingatkan kepada seluruh elemen untuk memikirkan bersama
untuk kepentingan rakyat. Yang selama ini hanya mengatasnamakan rakyat lalu
menikmati hasil sebagian daripada mereka. Kemudian yang lainnya tetapi dengan
adanyatulisan ini menjadi salah satu motivasi baru Agar dapat membantu generasi
penerus bangsa dan negara, sehingga mereka tahu tentang suku, adat istiadat dan
norma-norma permbangunan yang secara
efektif. Dan berpegang teguh terhadap suku. Serta di kemudian hari buku ini
menjadi bahan refrensi bagi yang membutuhkannya.
c.
Dengan
perkembangan politik yang tidak bertanggungjawab kepentingan sesaat saja
membuat korban pembangunan secara universal dan masih rendahnya kesejahteraan. Sehingga
dengan adanya buku ini sebagai motivasi kepada seluruh elemen untuk dapat
mempersatukan ide gagasan yang cemerlang untuk memikirkan demi kepentingan
bersama serta kepentingan anak cucu di tahun kemudian. Dan agar kesejahteraan
baik di bidang pendidikan kesehatan, infrastruktur serta ekonomi kerakyatan
merata secara menyeluruh.
d.
mengantisipasi
hilangnya Budaya orang mek, hak warisan orang mek serta memberikan motifasi
kepada para elit-elit yang selama ini memperdagangkan hak kesulungan orang mek.
Agar mereka mawas diri dan intropeksi diri bahwa dia adalah asal usulnya jelas
dan jati diri jelas.
Suku adalah dimana
terdapat berbagai ragam kekayaan yang tersimpan di daerah-daerah tertentu dan
dengan melihat dan mempertimbangkan semua itu maka terbentuklah suku. Suku Mek
sangat besar dan kaya dengan budaya, bahasa, tradisi norma dan adat istiadat, sehingga dengan mengantisipasi
masuknya budaya lain. Suku mek adalah suku yang ada di ufuk timur indonesia,
dimana tempat asal matahari. Keyakinan atau cerita rakyat orang suku mek bahwa
semua manusia keluar dari timur. memang cerita ini pernah cerita dimana-mana
dan sudah dirterbitkan salah satu buku yang berjudul “pohon Yeli dan terbitlah
terang di balik gunung oleh : pdt. Segfrits zoldner juga para misionaris
lainnya”. Namun tidak kala ceritanya dengan suku lain di tanah papua, indonesia
umumnya dunia. Sebab semua suku mempunyai tradisi, dan budaya masing-masing.
Tidak ada perbedaan yang terjadi dalam penyebutan
suku yali, namun yang paling beda adalah tradisi, budaya. Misalnya pakaian
adat, orang yali di bagian angguruk adalah sabiap dan kem (bahasa Yali)
sedangkan bagian suku mek adalah polak pele (baha mek). Itu adalah perbedaan
Bahasa untuk sebutan pakaian adata masing-masing.
a. Perbedaan
pakaian adat antara Suku Mek dan Yali
Sedangkan kem bagi wanita, adalah dianyam dengan
benang asli tidak seperti Sali hanya dipotong
Pakaian adat “Mek” adalah pik polak dan pele (bahasa
mek)bentuk tali rotan namun hanya di anyam sekitar tiga antara empat,
itupun agak besar tidak tutup bagian pantat dan sedangkan koteka yang dipakai
adalah menjurang tinggi keatas.
Kemudian pakaian adat
wanita adalah Sali, rumput kolam yang memang khusus di tanam untuk dianyam
sampai potongan lutut. Itu adalah pakaian adat mek secara nyata.
b. Kolaborasi
Budaya
Dimaksud kolaborasi
adalah bagaimana mempersatukan budaya yang satu dengan budaya lain akhirnya
semacam unik dan seni. Itu hanya di pandang dari sisi positif bahwa terjadi
keunikan. Namun dampak yang menjadi hilangnya budaya suku mek adalah terutama
kawin silang. Kawin silang ini menjadi sebuah dampak yang besar dan perbahan
terbesar yang terjadi sehingga hilangnya budaya orang mek yang dulunya
“kamkaren” adalah sebutan bahasa mek adalah tali rotan hanya melingkar di
bagian pinggang saja. Namun teradopsi budaya yali akhirnya menjadi sabiap.
Foto:
Saulus Tibul Salah Satu Bapak Dari Kampung Nohomas distrik kosarek
c. Nyanyian
(sepna/pet Diiringi dengan ngwek kol-kol)
Suku yali mengatakan
“yunggul” sedangkan Mek “Pet” perbedaan ini adalah bahasa. Bahasa yali dan mek
sangat bedah. Cara berdansa antara suku mek dan suku Yali adalah. Suku yali
mereka setelah menyebut tujuan dan maksud dan perkataan itu setelah keluar
mereka melingkar di area yang mereka sedang dansa. Hal itu memang dari sejak
nenekmoyang sampai dengan sekarang masih melekat pada anak cucu sampai dengan 7 turunan orang yali.
Cara
berdansa orang mek, berbentuk ular/pelangi. Artinya bahwa ketika dansa bisa
saja bingung, sebab kepala bisa jadi ekor. Pada saat kepala masuk mereka
menyebut tujuan dansanya mereka akan keluar dengan ekor bersamaan dengan ngwek
kol-kol (siul), serta sebaliknya.
Irama:
1.
Yali
nang kolona (teriakan laki-laki versi orang mek)
2.
Ngwek
kol-kol ana (siul)
3.
Ngaepna
kelabo (terikan wanita dua pasangan)
a.
Yali nang kolona, biasanya dilakukan pada saat membuat
rumah, angkat kayu untuk membuat jembatan serta pada saat dansa, cara ini
sesuaikan dengan terikannya, suara tinggi harus ditutup dengan suara rendah,
teriakan ini khusus dilakukan oleh para kaum pria.
b. Ngwek
kol-kol ana (siul), siul ini
memang salah satu seni yang sangat indah di dengar oleh banyak orang. Cara siul
ini di sesuaikan dengan (sepna/nyanyian). Kedengarannya seperti harmonika,
dalam dansa orang mek memang menjadi tradisi mereka, dari sejak dahulu sampai
dengan sekarang.
c. Ngaepna kelabo (teriakan wanita dua
pasangan), dua wanita ini dikhususkan untuk teriak di samping diamana laki-laki
sedang berdansa. Sehingga terjadi seni dengarnya indah. Dua perempuan ini
memang sudah terlatih tidak bisa main-main sebab itu menjadi tradisi mereka.
Suku mek “pet” dansa
pet ini tidak diperbolehkan anak-anak di bawah umur 12 sampai 15 tahun kebawah,
dan kaum wanita. Kaum wanita hanya dipilih dua pasangan untuk mereka berteriak
di sampaing yang dimana kaum pria sedang berdansa. Supaya ada keunikan yang
terjadi secara langsung. Dalam bahasa mek “ngaepna kelabo” yang artinya perempuan
teriak.
Hal ini memang dari sejak dulu sampai dengan
sekarang masih ada.
Dampak yang
mempengaruhi budaya mek sangat besar dan terlihat secara langsung di acara atau
upacara resmi lainya yang terjadi wilayah mek. Seperti perubahan pakaian adat
yang dulunya lain sekarang teradopsi budaya yali. Sama halnya dengan cara dansa
dulunya pakai bahasa sendiri “mek” sekarang pakai bahasa yali. Hal ini secara langsung terbukti dimana-mana.
Dampak yang besar yang
akan terjadi di generasi yang akan datang didaklah muda dan gampang. Hal ini
tidak difokuskan dan di bedakan maka terjadilah bergeseran budaya, adat
istiadat, yang akan terjadi. Dan suku lain mengatakan dulunya ada suku mek di
wilayah yang sementara ini orang yali tinggal, misalnya.
Tuhan tempatkan berbagai ragam suku, ras, dan budaya
di dunia ini, untuk menghargai ras sebagai tanggungjawab bersama.
Pada beberapa poin diatas menceritrakan tentang
perbedaan pakaian adat antara suku Mek dengan suku Yali. Dan di bawah ini tidak
kala juga denga matan pencaharian.
5
MATA PENCAHARIAN
1. kebun
a.
Mata pencaharian yang
paling utama untuk menutupi kebuntuhan sehari-hari, serta kebutuhan umum adalah
berkebun. Cara berkebun orang mek ada ,dua jenis beden yang pertama panjang
dalam bahasa mek (awe wen) adapula yang bulat disebut (pundok). Untuk menebang
kayu adalah satu-satunya kapak batu.
b.
Jenis
kebun ada tiga ada juga yang tanam langsung, (polom bahasa mek, dan ada juga sogho ik
dua jeni kebun ini tanam langsung) ada juga bakar lalu tanam (lapto/bahasa
mek/atau uk taro ).
c.
Yang
di tanam di dalam kebun adalah berbagai tanaman diantaranya:
W
Ubi
(kwaneng)
W
Keladi
(am)
W
Ubi
jalar (wani)
W
Tebu
(kwi)
W
Sayur
lilin (paghe)
W
Dan
masih banyak lagi tanaman tergantung kebun dimana kebun itu daerah subur maka
harus tanam sayur-sayuran.
d.
Jenis
kebun sayur, biasanya sayur di tanam di tanah yang subur atau ditaman tempat
yang ada mata air. Jenis sayur yang di tanam adalah:
W
Sayur
gedi (molon)
W
Sayur
bayam (gebe)
e.
Dulu
banyak sekali jenis sayur namun masuknya perubahan akhirnya ada sayur Kol,
sayur labu/labu siam, wortel dan yang lainnya.
f.
Kemudian
jenis pisang, buah merah, buah-buahan dan jenis tanaman lainnya biasa di tanam
di diaman tempat ada mata air, dan lembah yang basa agar subur dengan baik.
Juga di halaman rumah masing-masing itu adalah tradisi orang suku mek. Dan
masih banyak sekali yang dilakukan dari sejak dulu sampai dengan sekarang dan
nanti.
6
MATA PENCAHARIAN BERBURU
Mata pencaharian
berburu adalah yang terpenting untuk kepentingan kebutuhan rumah tangga. Orang
mek biasanya berburu jangka panjang dan jangka pendek.
-
Kus
pohon (mana)
-
Mencari
burung (winang)
-
Katak
(yaghi)
-
DLL
7
MASKAWIN (kel sabogha)
Hal yang menjadi
penting dan mendasar untuk tukar barang dan jasa adalah Babi, babi menjadi alat
tukar tradisional bagian pegunungan termasuk suku mek. Hal ini menjadi bagian
terpenting sebab tradisi ini akan di gunakan sampai dengan generasi. Untuk
membayar yang sah untuk maskawin adalah babi, kerang, noken, kapak batu. Di
bagian pegunungan atau di bagian mek dulu sampai dengan sekarang masih
menggunakan itu sebagai simbol dan hal yang sah di mata mereka.
Sejujurnya di bagian
suku mek tidak pernah berpacaran, hanya dalam baha mek bahwa “kel sae boroba” biasanya memberikan
makanan, hasil buruan dan apa saja kepada orang tua dari perempuan ini, agar
mereka tahu bahwa perempuan itu akan kawin oleh laki-laki tersebut sebab pacaran
adalah hal yang mereka belum pernah tahu dan tidak pernah melakukan. Sebab hal
itu akan membawa dampak negatif dalam keluarga dan mendatangkan kematian. Bagi
wanita siapa tanpa sepengetahuan pihak orang tua dan berpacaran dengan pria
yang mereka belum tahu maka, hal itu menjadi sebuah masalah serius. Secara
nyata dulu hal itu pernah bunuh lalu buang di sungai, sebab tanpa sepengetahuan
pihak orang tua sangat tidak boleh itu secara adat. Dari nenek moyang sampai
dengan sekarang masih menggunakan cara dan kebiasaan itu.
Cara untuk mendekati
sih wanita adalah harus berikan pesan lewat satu kepala suku ke kepala suku
lain, itu langkah awal/pertama. Kedua bawa pesan itu ke pihak orang tua itu
langkah kedua, sedangkan ketiga adalah ke wanita itu. Apabila semua pihak
setuju maka pihak laki-laki sudah
menyiapkan bahan untuk memberikan maskawin dalam waktu dekat. Kebiasaan
ini memang masih melekat sampai dengan sekarang, standar babi yang di bayarkan
kepada pihak wanita sebagai alat tukar untuk wanita adalah batas 10 sampai
dengan 11 itu adalah tradisi, tergantung bagi siapa punya babi banyak atau
kurang itu tergantung pada pihak laki-laki untuk mampu bayar maskawin.
Dampak yang menjadi
perubahan adalah masuknya perubahan-perubahan membuat semakin melupakan tradisi
dan adat budaya. Dulunya tidak berpacaran sekarang sudah tau pacaran memang di
mata masyarakat hal ini menjadi sebuah perbuatan dan hal yang fatal dan negatif
bagi mereka. Dilihat daripada pengertian dan cara untuk mencarai isi hati si
wanita dan pria untuk mencocokan adalah harus pacaran kalau zaman. Namun
pikiran yang melekat pada orang mek adalah hal yang tidak baik.
Hal-hal ini menjadi seni dan keunikan yang terjadi
dari zaman-ke zaman sebab dulunya lain dan sekarang lain katakanlah itu adalah
dinamika jadi wajar-wajar sajalah. Namun bagi masyarakat adalah itu adalah
kekayaan, tradisi dan norma-norma yang harus di jaga dan dilindungi bersama,
jika tidak di jaga maka akan puna dan menjadi hilang di kemudian hari. Dan
masuknya perkembagan zaman baru akan membawa dampak yang lebih besar bagi kehidupan
manusia ke depan.
8
Upaca adat (wet/merowal)
Pada bagian ini adalah
hal yang sangat fundamental dan terutama
untuk bagaimana menghormati budaya mereka. Sebab dengan upacara adat ini akan
menciptakan pribadi yang handal dan takut akan semua larangan dan norma-norma
keyakinan yang mereka pakai dan lakukan. Pada upacara adat ini ada dua jenis yang
pertama adalah yang di sebut (wet)
hal ini seperti ujian sekolah dasar sedangkan yang kedua adalah (merowal) yang
artinya perguruan tinggi sudah selesai hanya jalankan ajaran-ajaran yang mereka
tetapkan di dalam kehidupan mereka. Dasar daripada upcara adat ini adalah untuk
bagaimana menghormati keluarga, menghormati sesama manusia dan patut pada
ajaran-ajaran dan norma-norma. Dengan adanya ujian ini akan menguasai semua
seluk peluk kehidupan yang baik dan benar, sebab perbedaan orang yang belum
mengikuti ujian ini biasanya berjalan pada hal-hal negatif. Dalam hal negatif
misalnya, memeras barang milik orang lain, mengkonsumsi barang yang haram dan
menginginkan istri orang lain dan sebagainya. Berbeda degan orang yang sudah
ujian adat, akan terlihat semua kebaikan dan murah hati dan mampu mengikuti
semua ajaran dan norma-norma adat istiadatnya itulah keuntungan daripada ujian
ini.
Materi dalam upacara ini adalah:
1.
Cara
Berkebun
2.
Cara
Membuat Rumah/Honai
3.
Cara
Membuat Jembatan
4.
Cara
Kawin Yang Positif
5.
Cara
Berburu
6.
Cara
Berdansa
7.
Cara
Perang
8.
Cara
Mengambil Keputusan
9.
Cara
Berinteraksi Antar Manusia/komunikasi yang efektif
10.
DLL
Dari beberapa materi diatas ini sebagai bekal
pengetahuan dan pengantar dalam segala hal yang biasa mengalami di dalam
keluarga dan di luar keluarga baik di kelompok-kelompok dan organisasi
kemasyarakatan dan keagamaan.
9
DANSA ANTAR KAMPUNG (wet sepna)
Masyarakat suku mek
biasanya berdansa antar kampung, berdansa antar kampung ini menjadi tradisi
orang mek. Dansa antar kampung adalah bisanya masak babi di kampung A sedangkan
kampung B berdansa ke kampung A. Demikian pula sebaliknya terjadi, jadi kedual bela
kampung berdansa waktu yang sudah di tentukan oleh kepala suku atau kampung
itu.
Cara untuk menawarkan dansa ke kampung A adalah:
1.
Menginformasikan
berita ke kampung A sekaligus memberitahukan bahwa jumlah babi yang mereka akan
masak di acara dansa nanti. Agar di pihak B juga akan mempersiapkan babi yang
mereka akan masak. Agar terjadi kecocokan antara Kampung A dan kampung B.
2.
Persetujuan
hari/tanggal dan bulan untuk dansa.
10 Kepercayaan
Kepercayaan di bagi
menjadi dua bagian diantaranya:
a.
Penyembahan, Keyakinan menjadi salah satu hal yang
sangat penting bagi mereka, sebab semua kebutuhan dan keinginan akan terwujud.
Diantaranya penyembahan, untuk menyembah berhala atau di sebut opotisme.
Dipandang dari perkembangan zaman sekarang bahwa yang dulunya mereka lakukan
adalah opotisme. Namun itulah zaman mereka dan semua keyakinan akan terwujud.
Misalnya dalam honai itu ada tuhan mereka dan mereka sudah meyakinkan itu.
b.
Permohonan, sudah pasti bahwa tuhan mereka akan
mengabulkan apapun yang mereka minta akan terwujud. Memang hal itu sudah
terbukti bahwa misalnya saja pada saat mereka mau pergi perang harus mereka
memanggil nama Tuhan mereka juga meminta perlindungan agar semua kemauan dan
keinginan mereka terwujud
11 Pakaian
Adat
PAKAIAN
ADAT PRIA
a.
Koteka
ini biasa di tanam di halaman rumah atau di mana ada pupuk yang bagus agar
subur. Bentuknya seperti daun labu namun ketika dia berbuah ada yang panjang
dan ada juga yang miring. Yang panjang di sebut pik kemudian yang miring di
sebut yabla.
b.
Cara
pembuatan koteka adalah pertama di petik dan dibakar tetapi tidak hangus hanya
di taruh di pinggir api lalu biji yang ada di dalamnya kasih keluar. Sampai
dengan di dalamnya bersih lalu di taruh di atas atap agar kering cepat untuk di
gunakan.
c.
Koteka
juga biasanya dimakan baik yang tua maupun yang masih muda. Yang tua hanya
bijinya saja dimakan. Kemudian yang masih muda bisanya dimasak lalu makan.
d.
Koteka
dipakai untuk berdansa juga untuk pakai untuk sehari-hari. Yang dipakai untuk
dansa menjurang tinggi keatas, kemudian yang di pakai untuk sehari-hari sangat
pendek.
a.
Pakaian
adat wanita (pele) ini ada dua jenis ada yang agak tebal dan ada juga yang
kecil. Yang besar adlaah simel (bahasa mek) yang kecil (sel bahsa mek)
b.
Sali/
pele bahsa mek di tanam di kolam atau parit-parit. Memang tidak bisa di tanam
di daerah yang kering harus di tanam di daerah yang subur atau ada tanah liat
atau kolam agar di subur .
c.
Cara
pakai memang hanya di tutupi di bagian depan kemaluan dan di bagian belakang
pantat. Batas dari paha dan tidak sampai lutut. Hal ini dari sejak nenekmoyang
sampai dengan sekarang.
Perhiasan
Melei dan mekel pada
kedua jenis perhiasan ini biasa di tukar dengan babi karena menurut mereka ini
adalah barang yang sangat berharga di mata mereka.
a.
Bentuk
melei ini sangat tebal dan panjang sekitar 5 cm. Bisanya dipakai di dada khusus
pria, baik dipakai di acara dansa maupun di pakai hari-hari tertentu.
b.
Sama
hal dengan mekel, jenis mekel ini adalah sangat kecil dan warna putih dan
biasanya di pakai oleh pria dan juga wanita. Baik di hari-hari tertentu
berkaitan dengan upacara adat juga pakai untuk hari-hari.
BEBERAPA
SENI
Optimis menghilangkan beberapa keunikan seni yang
biasa dipakai oleh suku mek khususnya diantaranya adalah:
a.
Seni
Tari
b.
Seni
Lukis
c.
Dan
Seni Hias
Seni
Tari
Seni
tari tidak asing lagi bahwa (pet sepna) bahasa mek, dengan cara ini biasanya
dilakukan pada waktu tertentu tidak harus melakukan dansa setiap bulan dan
tahun. sebab diamata mereka seni tari adalah hal yang terhormat tidak
main-main, memang pada waktunya tiba maka mereka akan mengundang kampung lain untuk
berdansa ke kampungnya. Tidak setiap bulan dan tahun melakukan dansa, mau dansa
apabila mereka siap di sisi pertumbuhan manusia, pertumbuhan hasil karya dan
pertumbuhan babi. Agar mendorong pikiran mereka untuk harus dansa, sebab dansa
itu bukan biasa-biasa pikiranya adalah memamerkan hasil kebun, hasil ternak dan
pertumbuhan manusia secara utuh. Kemudian dengan dansa ini membujuk si wanita
berlari untuk masuk di rumahnya laki-laki, itu menjadi tradisi.
Seni
Lukis
Seni lukis ini ada juga
yang namanya (Kelabi) yang di ukir dengan kayu kemudian disimpan di rumah adat
atau honai. Itu sebagai kelestarian kekayaan budaya yang sekarang masih
tersimpan di rumah-rumah tertentu. Lukisan ini tidak disimpan di honai
perempuan harus disimpan di honai laki-laki khusunya, memang hal itu menjadi
tradisi.
Seni
hias
Tidak kala juga sebab
budaya yang dimiliki oleh suku mek dibandingkan dengan daerah lain yang
memiliki budaya masing-masing. Oleh sebab itu suku mek juga mempunyai seni hias
seperti: noken, panah, gelang tangan, kalung, dan masih banyak lagi yang tidak
sebutkan satu per satu.
Dengan melihat dan
mempertimbangakn semua ini bahwa orang mek juga punya hak dan kewajiban untuk
memiliki wadah yang mengatur dan membina iman kekristenan, membina dan
mengarahkan seluruh orang mek dengan dasar alkitab sebagi asas.
Dilihat daripada perkembangan yang sedang terjadi di
era teknologi ini membawa dampak yang serius pada kehidupan manusia terutama
pada tingkaat remaja. Dimana media membujuk mereka untuk terjerumus dalam kebiasaan-kebiasaan
sosial dan kelompok-kelompok. Contoh: katakanlah iklan sampo, memang dalam
iklan mengatakan ketika pakai sampo semua ketombe akan hilang akhirnya membujuk
konsumen untuk harus membeli barang tersebut. Ketika ia membeli barang tersebut
pake tetapi ketombenya tidak hilang. Itu menjadi salah satu ketidakpercayaan
konseumen terhadap produknya sampo ini. Sehingga seorang konsumen terjadi
penipuan iklan dan menjadi korban.
Inti daripada
membentuknya Kelaurga Besar Suku Mek di dekai kabupaten Yahukimo ini agar
membina anak-anak remaja, pemuda dan para seluruh tokoh yang ada di kabupaten
Yahukimo supaya mereka tahu bahwa ada hak-hak mereka yang sementara ini
mengatasnamakan lalu menikmati oleh para eli. generasi penerus dan mamsyarakat
lokal untuk sadar akan iman dan kehidupan yang harmonis dan menciptakan cinta
kasih dalam mewujudkan kehidupan yang beriman dan bermartabat.
Ikatan keluarga besar
suku mek adalah suku yang mendiami di ufuk timur indonesia, terdapat di
kabupaten Yahukimo juga di kabupaten Yalimo. Diantaranya Kosarek, Nipsan,
Talambo, Kono, Dirwemna, Endomen, Dan Nalca. Pada kedelapan distrik ini adalah
suku Mek, tradisi yang sama, bahasa yang sama, dan budaya yang sama. Kesamaan
budaya dan adat istiadat ini menjadi pembaharuan cara kehidupan untuk
bertanggung jawab bersama. Dinamika yang sedang berkembang dalam kehidupan
manusia selama ini adalah saling menjatuhkan, saling intimidasi dengan hanya
karena kepentingan sesaat antara sesama umat ciptaan Tuhan.
Suku mek ini sangat
besar dan berpotensi kekayaan alam yang besar, sumber daya alam yang besar yang
tersimpan di ufuk timur indonesia dengan kekayaan budaya dan norma adat
istiadat. Hal-hal seperti ini tidak pernah mengingat dan mempertahankan
identitas dan yati diri orang mek dan suku yang besar selama ini hanya
ikut-ikutan hanya karena kepentingan sesaat yang tidak membawa keuntungan umum
memikirkan hanya untuk individu.
Dilihat daripada segi kepentingan bersama untuk maju
bersama dalam menciptakan kebersamaan dan cinta kasih untuk mewujudkan suku
yang harmonis dan bertanggungjawab adalah mampu memiliki pribadi-pribadi yang
takut akan Tuhan.
Dengan melihat dan
mempertimbangkan berbagai ragam keunikan dan cara yang di lakukan oleh orang
mek diatas memberikan salah satu wacana baru untuk memikirkan bahwa. Orang mek
mempunyai jati diri dan harga diri yang sangat bersar untuk mempertahankan
caradan kebiasaan yang melekat pada orang mek. Sebab walaupun perkembangan
membawa dalam perubahan mental fisik dan semua cara tetapi tradisi dan norma
itu tidak akan terlupakan dalam hal apapun.
Sebab budaya adalah
warisan nenekmoyang yang di turunkan dari keturunan ke ketrunan agar tetap
terjaga dan kokoh dan kaya dalam budaya. Budaya orang mek sangat kental sampai
dengan sekarang masih adah di bandingkan dengan kita yang lain. Ada bahasa yang
sudah hilang dan budayanya. Namun orang mek masih tersimpan di ufuk timur
indonesia.
Pekabar injil di bagian yali yang namanya, Pdt.
Sefritz Zolner dan rekan-rekan perkabar injil lainnya mereka tiba di kosarek
pada tanggal 4 desember 1972 di kampung Nohomas. Pada beberapa bulan kemudian
diperintahkan untuk bakar semua yang dianggap penyembahan berhala.
Sisi
Teologi
Opotisme adalah
penyembahan berhala yang memang bukan Tuhan tetapi diyakini itu sebagai tuhan
dan turut sembah itu. Dan di dalam Alkitab mengajarkan Tidak ada Tuhan selain
Allah sendiri sang pencipta manusia dan alam semesta. Dialah harus di sembah
dan puji karena dengan Dia kita bisa hidup dan mampu membuat sesuatu yang tidak
pasti dan dengan segala berkat dan pertolongan-Nya kita dapat semuanya sesuai
dengan kehendak Allah sendiri.
Sisi
Adat
Opotisme bukan berarti
yang membuat mereka jatu dalam jurang melainkan dapat memberikan sebuah jawaban
dalam menjalankan semua seluk peluk kehidupan mereka. Sebelum kabar injil
tersebar di bagian Yali, yang kita dianggap penyembah berhala itu adalah Tuhan
mereka. Sebab semua yang mereka minta baik dalam bentuk permohonan,
perlindungan dan yang lainnya dapat terjawab. Juga ada dokter asli yang dapat
menyembuhkan luka dan sakit seperti ayan-ayan serta sakit apapun yang mereka
derita. Dan menurut mereka bahwa Tuhan mereka memang ada.Sebab semua itu
terbukti dalam hal apapun.
Ada beberapa cara
penyembahan
a.
permohonan
Perbandingan antara
zaman dulu dengan sekarang jadi perlawanan namun semua baik siapa bilang adat
istiadat, norma dan kebiasaan lebih bagus dibandingkan zaman sekarang kabar
injil?. Injil ini adalah kabar keselamatan bagi segala bangsa di dunia. Sebab
setelah israel pertama tela musnah karena semua pelanggaran dan mereka tidak
menjalankan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka terkutuklah semua manusia
dan musnah (air Bah Nuh) dan Tuhan janji bahwa tidak ada lagi kemusnahan seperti
ini. Kemudian setelah air bah anak-anaknya Nuh: sem, ham dan yafetlah yang
membesarkan seluruh bangsa di dunia. Namun dengan melihat segala pelanggaran
yang dilakukan oleh manusia seutuhnya maka Tuhan sendiri berbelas kasihan
kepada seluruh umat di dunia ini dan ada tertulis: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga ia telah
mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya
tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Sehingga injil atau
disebut kabar keselamatan ini menjadi pemersatu bangsa, pemersatu kelompok dan
mendamaikan dengan darahNya yang suci itu sendiri. Sehingga yang menjadi
pertanyaan kepada orang mek sendiri bahwa kapankah ada namanya kesatuan,
persatuan dan cinta kasih untuk menuju kehidupan yang baik? sebab kehidupan
yang baik tidak akan datang sendiri, ketika manusia itu sadar dan takut tunduk
pada aturan-aturan yang berlaku baik yang bersifat universal maupun individu.
Pemecah
Keutuhan Wilayah
Yang menjadi dampak dalam
keutuhan wilayah adalah tidak ada namanya kecerdasan berpikir untuk membangun
daerah dengan satu tujuan, satu pikiran dan komitmen. Adapaun hal ini harus
melalui sharing atau diskusi antara pendahulu baik di bidang pemerintah maupun
gereja, pendahulu dalam arti bahwa senior dan para tua-tua adat.Agar tujuan
adalah untuk dapat memberikan sumbangsi pikiran untuk hal yang positif. Sehingga
dapat memelihara kesatuan, persatuan suku dan budayanya sendiri.
Di wilayah mek ada
beberapa dedominasi gereja diantaranya: GKI, GIDI dan GJRP. Dari sinilah
tercipta sosok-sosok yang handal dan siap di pakai dimana-mana. Namun karena ketidak
adanya satu komitmen dalam membangun kebersamaan yang dilandasi dengan Nama
Tuhan adalah pemersatu antara sesama manusia. Sehingga kefakuman dalam bidang
kaderisasi sumber daya manusia, kefakuman pemerintahan distrik dan membuat
orang lemah dalam berpikir sesuatu yang positif. Kata Presiden Republik
Indonesia Prof. Drs. Joko Widodo di debat kandikat bersama, Bapak Prabowo
Subianto bahwa “revolusi mental” apa itu revolusi mental. Sebab dilihat
daripada kesadaran manusia dalam berpikir sesuatu tidak ada namanya kepercaan
yang pasti bahwa untuk meraih sebuah impian itu dengan senang namun kepercayaan
dalam batin maka semua akan terwujud.
Setiap suku yang
tercatat di papua khususnya di pegunungan Papua sendiri dapat dilihat bahwa
yang menjadi pusat perhatian semua dari dunia adalah di pegunungan. Banyak
orang mengatakan di papua masih menggunakan pakaian adat oleh sebab itu, setiap
pegunjung dari berbagai negara ke tanah papua. adalah yang sudah menginjak
kabupaten Jayawijaya maka sudah injak papua. dipandang dari kentalnya budaya
orang papua lebih khusus pegunungan tengah sangat memberikan sebuah inspirasi
penting bagi generasi yang akan datang. Bukan hanya di bagian budaya melainkan
seni yang sangat kreatif yang masih di lestarikan oleh bagian pegunungan. Dan
itu menjadi sebuah nilai yang sangat besar bagi daerahnya sendiri. Tetapi yang
menjadi tanggung jawab bersama untuk mempertahankan jati diri sebagai orang mek
dan suku mek adalah mampu mempertahankan budaya adat istiadat dan norma.
Dampak negatif dalam berbudaya bagi generasi zaman
sekarang adalah, hanya karena malu untuk menggunakan alat seperti; pakaian
adat, dan seni yang lainnya. Tetapi itu adalah hal yang sangat konyol dampak
ini hanya semua ada pada orang tua dan dimana wadah yang dapat memberikan
inpirasi, motivasi untuk cara berbudaya dan mengikuti norma yang ada dalam
ajaran-ajaran. Baik itu di Firman Tuhan maupun tidak terlepas dari budaya.
Sebab sudah jelas bahwa tidak kala zaman dahulu dengan sekarang. Zaman sekarang beranggapan bahwa opotisme
adalah hal yang sakral dan memang tidak boleh, namun zaman dulu adalah itu
memang menjadi hal yang paling penting
bagi mereka. Sebab semua kebutuhan mereka akan terwujud..
Pemerintah
Sebagai Instrumen Pembangunan
Eksistensi
pemda adalah untuk menciptakan kesejahteraan secara demokratisSetiap kewenangan
yang diserahkan ke daerah harus mampu menciptakan kesejahteraan dan demokrasi secara
efektif dan efisien.
Kesejahteraan
Dicapai Melalui Pelayanan Publik
ü Pelayanan
Publik Menghasilkan Outputs; Public Goods Dan Public Regulations
ü
Public Goods; Jalan, Jembatan, Sekolah, Rumah
Sakit, Pasar lapangan Pesawat, Irigasi Dll
ü
Public Regulations; Akte Perkawinan, Akte
Kelahiran, Ktp, Kk, Imb, Ho, Sertifikat Tanah Dll
ü
Pertanyaan:
Kesejahteraan dicapai melalui pelayanan publik ini
adalah yang paling dan strategis bagi daerah mek adalah poin kedua, seperti: Jalan,
Jembatan, Sekolah, Rumah Sakit, Pasar, Terminal, Irigasi Dll.
Apakah
pemda sudah menghasilkan public goods dan public regulations yang sesuai dengan
kebutuhan rakyat yaitu; pelayanan dasar dan pengembangan sektor unggulan.
SUMBER
DAYA MANUSIA
Semua daerah, semua suku dan bangsa akan berubah
apabila sumber daya manusia dapat mendukung, baik di bidang legislatif,
eksekutif dan yudikatif. Pembangunan sumber daya manusia Suku mek seutuhnya
sangat besar sebab dipandang dari sisi jumlah sumber daya manusia dan sumber
daya alam. Pembangunan sumber daya manusia yang menjadi aktor dan berperan
adalah para tua-tua dan senior dan senioritas, dengan adanya merek maka semua
akan sadar akan kepentingan bersama. Sebab ada tertulis “hai
anakku dengarkanlah dan jadilah bijak, tunjukanlah hatimu ke jalan yang benar.
Jangan lah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si
peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kutuk membuat orang berpakaian
compang-camping. (Amsal, 23:19-21”
Tidak terhitung berapa jumlah sumber daya manusia,
yang paling terpenting adalah bagaimana membentuk suku mek ini agar dapat
terlihat bahwa SDM itu sendiri. perubahan akan terjadi apabila manusia itu
sadar bahwa dan intropeksi dalam memikirkan kepentingan universal. Sebab selama
ini banyak individu yang hanya memikirkan idividualisme dalam pembangunan baik
di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur.
Beberapa hal ini menjadi tujuan visi dan misi
pemerintah setempat untuk merakyat sesuai dengan amanat undang-undang yang ada.
Pemerintah sebagai motor penggerak dan rakyat sebagai pengguna itu hanya sifat
sementara tetapi memang hal ini menjadi nyata bahwa benar-benar terjadi
dimana-mana. Ketika ibarat mesin mati atau juga rusak maka motor tidak akan
jalan dan tujuanpun tidak akan terwujud dan sampai. Itu hanya sebagai contoh
tetapi menjadi sasaran bahwa memang selama ini yang menjadi faktor adalah
kurangnya pemimpin yang baik untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan
baik.
Selama ini suku mek tersembunyi dan sangat
tertinggal baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan
infrastruktur. Walaupun di sisi pemerintah dan para elit politik memandang
sudah ada perubahan tetapi. Dipandang dari segi pembangunan baik di bidang
pendidikan, kesehatan ekonomi kerakyatan dan infrastruktur. Dimana ada
kabuapaten diamana ad distrik dan dimana ada kampung maka disitu ada masyarakat
dan seutuhnya manusia. Faktor yang menjadi kendala dalam pembangunan di bagian
suku mek adalah.
1.
Letak
geografis
2.
Tidak
adanya persatuan dan kesatuan
3.
Kurang
perhatian dari pemerintah setempat dan perangkatnya.
1.
Letak
geografis
Suatu daerah maju dan perkembang apabila jangkauan
tranportasi udara, darat serta laut secara baik. Secara universal wiayah mek
yang dapat jangkau hanya transportasi udara/pesawat. Pesawat inipun tertentu
yang bisa terbangkan ke lapangan-lapangan yang sudah ada rencana penerbangan
saja. Adapun pesawat biasa dilayani di wilayah mek adalah; cesna/maf, ama,
karavan, susiair, tarigu, dan oikonomos selain dari itu tidak. Kemudian
masyarakat yang ingin belanja barang milik pribadi maupun umum, mereka harus
berjalan kaki berminggu-minggu sampai tiba di Wamena kabupaten induk. Walaupun
Kabupaten Yahukimo dan Yalimo hadir tetapi letak geografisnya sulit di jangkau.
Tujuan wamena lebih mudah dibandingkan ke Yahukimo dan Yalimo. Kemudian dibandingkan
untuk muatan barang dan bahan melalui transportasi baik untuk pembangunan serta
milik kepntingan umum tidak memungkinkan.
Sehingga dampaknya diibilang wilayah suku mek
sekarang ini dipandang segi pembangunan sangat tertinggal baik di bidang
pendidikan, kesehatan, ekonomi kesejahteraan dan infrastruktur.
Pendidikan
A. Kurikulum
Berbasis Kompetensi
Dewasa ini
kehidupan manusia dengan cepat berubah dari waktu ke waktu. Demikian juga
dengan kehidupan anak/generasi muda, yang bahkan kadang-kadang perubahan itu
sangat kompleks. Kehidupan keluarga, termasuk anak-anak sekarang memberikan
banyak kebebasan dan banyak dipengaruhi oleh faktor dari luar. "Dunia
menjadi semakin kosmopolitan dan kita semua mempengaruhi satu sama lain."
Demikian ujar desainer Paloma Picasso, seperti dikutip oleh John Naisbitt
(1990:106)
Di lain
pihak dengan kemajuan di bidang komunikasi (termasuk telekomunikasi tentunya),
melalui film, TV, radio, surat kabar, telepon, computer, internet, d1l.
anak-anak sekarang sudah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar.
Dalam tulisan berikutnya, John Naisbitt menggambarkan: Dahulu biaya untak
memulai sebuah surat kabar sama dengan biaya untuk memulai sebuah pabrik baja.
Akan tetapi, dengan desktop publishing sekarang ini, sebuah surat kabar dapat
dimulai dalam semalam dengan sedikit sekali biaya. Daily Planet Telluride
sepenuhnya didigitalkan, termasuk pemakaian kamera digital yang citranya
diumpankan langsung ke dalam komputer. (John Naisbitt, 1994:28-29).
Jadi
sekarang ini kehidupan kita senantiasa dibayangi oleh perkembangan IPTEKS
(baca: Ilmu, Teknologi dan Seni) dengan akselerasi laju yang luar biasa, yang
menyebabkan terjadinya "ledakan informasi". Pertumbuhan pengetahuan
pada tahun 80-an saja berjalan dengan kecepatan 13% per tahun. Ini berarti
bahwa pengetahuan yang ada akan berkembang menjadi dua kali lipat hanya dalam
tempo kira-kira 5,5 tahun. Akibatnya pengetahuan dalam bidang tertentu menjadi
"kadaluwarsa" hanya dalam tempo kira-kira 2,5 tahun. (Dikutip dari
Miguel Ma.Varela, Education for Tomorrow, APEID, Unesco PROAP, Bangkok, 1990,
oleh Santoso S. Hamidjojo).
Dari gambaran
di atas kiranya jelas bahwa dunia yang dihadapi peserta didik termasuk
mahasiswa pada saat ini, sangat kompleks.Wajarlah jika secara periodik
kurikulum senantiasa harus selalu ditinjau kembali, dan senantiasa ada
pembaharuan di bidang kurikulum.
B. Tantangan
Masa Depan
Masa depan
kita ditandai oleh banjir informasi dan perubahan yang amat cepat dikarenakan
masyarakat dunia terekspos oleh revolusi di bidang ilmu, teknologi dan seni,
serta arus globahsasi, sehingga menuntut kesiapan kita semua untuk menyesuaikan
dengan kondisi yang ada atau. akan terjadi. Artinya kita harus mampu menghadapi
masyarakat yang sangat kompleks dan global.
Adapun
sejumlah masalah yang dihadapi saat ini dan tantangan masa depan dapat berupa:
Faktor-faktor Eksternal seperti: globalisasi, perkembangan ekonomi nasional, desentralisasi, politik, sosial budaya dan teknologi.
Faktor-faktor Eksternal seperti: globalisasi, perkembangan ekonomi nasional, desentralisasi, politik, sosial budaya dan teknologi.
Faktor-faktor
Internal seperti: dampak manajemen yang sentralistik, mekanisme pendanaan oleh
pemerintah, manajemen dan organisasi, sumberdaya manusia, penelitian di
perguruan tinggi, serta peran serta orang tua dalam pendanaan pendidikan.
Faktor
yang menjadi penghambat kecepatan pendidikan di wilayah mek adalah: tenaga
pendidik kurang profesional dan kurangnya tanaga pendidik, letak geografis,
fasilitas yang tidak memadai seperti, buku pembelajaran berbasis kompetensi.
Kurangya manajemen pengawasan (controlling management) dalam memberikan lulusan
yang berpotensi ilmu pengetahuan.
Perguruan Tinggi
Berbicara tentang perguruan tinggi tidak kalah dengan suku
lain yang ada di indonesia di papua dan di kabupaten Yahukimo sendiri.
Kuantitas mahasiswa sekitar 20% sedangkan suku lain juga sama pula, namun yang
menjadi tolak ukur adalah bidang-bidang tertentu yang sementara ini sama sekali
tidak ada di pegununga ini seperti: pilot, dokter, dan sekolah di luar negeri
juga sekolah teknik yang sementara ini dibutuhkan. Sebab kita merdeka dalam
arti bahwa merdeka dalam pendidikan, merdeka dalam kesehatan dan bidang-bidang
yang membawahi kebutuhan universal tepat sasarannya pada masyarakat.
Kurangya komitmen
Persatuan dan kesatuan ide dan gagasan menajdi salah
satu konsep pembangunan yang positif demi kepentingan umum, untuk memajukan
pembangunan yang lebih detail. Oleh sebab itu memerlukan konsep ide yang
cemerlang dari berbagai pihak sesuai denga disiplin ilmu yang dimiliki oleh
masing-masing individu.
Dibilang konsep dan ide yang cemerlang bukan hanya
dari kaum intelektual melainkan semua elemen baik kaum pemuda, perempuan
tua-tua adat. Sehingga dapat terjadi perubahan secara mental dan prilaku dalam
hidup baik bersosial maupun kelompok dan individu. Kelompok secara utuh adalah
mereka yang mengenal jati diri mereka secara teratur dan terarah, baik secara
budaya dan adat istiadat.
2. Kurangnya
Perhatian Khusus
Wilayah suku mek ini
bagaimanapun caranya untuk membangun yang lebih sempurnah dan detail apabila
orangnya terpanggil untuk melayani mereka secara sungguh-sungguh. Sebab poin
pertama diatas menjelaskan tentang jarak tempuh melalui transportasi ini menjadi
salah satu perhatian khusus dari pemerintah setempat. Baik itu pemerintah
pusat, daerah dan perangkatnya. Dilihat dari mekanisme pemerintah atau jalur
pembangunan memang Kepala kampung adalah perpanjangan tangan pemerintah secara
utuh, kepala distrik hanya mengawasi dan melaporkan sesuai dengan kinerja
pemerintah desa itu adalah jalur yang ada. Namun selama ini yang menjadi
kendala adalah, seorang kepala desa tidak begitu fokus pada pekerjaannya
melainkan memikirkan secara individualisme 70% sedangkan universal 30%. Disisi
pemerataan pembangunan 30% tidak sama sekali mereka merasakan tetap saja mereka akan berbicara dimana
otonomi Khusus yang pemerintah berikan demi kesejahteraan? Inilah yang menjadi nyata kefakuman
pembangunan di wilayah mek. Mek ini sangat luas dan potensi alam yang besar
kekayaan budaya serta norma-norma yang masih tersimpan. Tetapi apabila
pemerintahan berpikir luas dan secara baik-baik maka konsep pembangunan itu
secara merata.
Anggaran APBD sangat
besar volumenya, sesuai dengan jumlah distrik yang sangat besar serta sumber
daya manusia dan sumber daya alam yang
sangat besar. Ini menjadi salah satu strategi pembangunan yang baik oleh
pemimpin setempat namun karena kepentingan yang membuat nepotisme,
individualisme menjadi dasar kekuasaan akhirnya yang menjadi korban adalah
masyarakat yang tidak tahu apa-apa.
Minimnya fasilitas
umum, seperti rumah sakit, gedung sekolah, dan yang lainnya termasuk tenaga didik yang profesional baik di bidang
pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Otonomi khusus memeberikan
peluang besar untuk berpikir pembangunan yang lebih detail di setiap lini.
Namun yang menjadi korban adalah masyarakat sendiri, masyarakat hanya berpikir
ekonomi kreatif untuk menutupi kebutuhan atau juga demi kepentingan bersama.
Maju atau sejahtera apabila manajemen pemerintahan
yang secara baik dan teratur. Pemerintah menyalurkan dana untuk demi
kepentingan pembangunan daerah tingkat distrik. Perangkat pemerintahan kurang
perhatian dan tidak awasi (controlling) dengan baik sehingga yang menjadi
dampak negatif adalah korban pembangunan secara menyeluruh. Walaupun pikiran
pemerintah bahwa sudah mensejahterakan dengan baik tetapi kita balik tanya
mereka maka kata mereka “belum sampai di sasaran” itu karena apa? Semua ada pada yang berwenang. Masyarakat seperti wilayah
mek ini jangan berpikir bahwa hanya pembangunan menengah sedangkan jangka
panjannya tidak begitu nampak. Yang masyarakat membutuhkan adalah bukan, kesejahteraan
yang berbicara hanya sekelompok orang dan mengatasnamakan lalu yang korban
masyarakat. Tetapi yang mereka butuhkan adalah fasilitas umum sederhana saja
seperti air bersih, pasar umum dan lain-lain yang menyangkut dengan kepentingan
universal.
Suku mek ini daerah yang sangat strategis untuk
memajukan kesejahteraan yang teratur dan merata baik di bidang pendidikan,
kesehatan, ekonomi kesejahteraan dan infrastruktur. Maka untuk mengatur
kepentingan umum harus ada wadah, sehingga dengan wadah ini mengatur semua yang
menjadi tanggung jawab bersama.
Semangat
kerja menurun
Ada seorang remaja putus cinta kerena kekasihnya
meninggalkan dia lalu memilih orang lain, karena dia anggap kurang perhatian.
Akhirnya patah hati dan dia tidak makan dua hari hanya karena sakit. Masa putus
cinta saja memperhentikan aktifitas lalu memilih tinggal di rumah hanya harena
sakit hati. Padahal orang tuanya laki-laki dan cewenya mereka sudah sepakat
bahwa untuk menguji si laki-laki apakah benar-benar mencintai dia atau tidak.
Tetapi si laki-laki berpikirt bahwa itu benar sehingga dia tidak makan dua
hari, namun ibunya kasihan karena ia belum makan jadi sebelum tawarkan dia
makan kata ibu “nak makan dulu” mengapa kamu tidur-tidur saja di dalam kamar?
Kata anak itu karena kekasihku meninggalkan aku lalu ia memilih orang lain.
Lalau ibunya tanya apakah kau benar-benar mencintai dia? Ia bernar ma. Kalau
kamu benar-benar mencintai dia berati kamu keluar cuci piring lalu makan, lalu
anak itu keluar lalu makan. Padahal biasanya anak itu tidak pernah mencuci
piring tetapi keterpaksa saja hanya karena si wanita dia keluar lalu cuci
piring. Hari ketiga ibunya panggil si wanita dan mereka ceritakan semua yang
mereka rencanakan dari awal sampai dengan akhir cerita. Akhirnya anak itu
memeluk ceweknya lalu mengatakan “mama ini”
Artnya bahwa kadangkala manusia berpikir cuci piring
itu ialah hal yang sangat kecil hanya kaum wanita sajalah yang harus kerja.
Salah satu pelajaran besar dalam hidup adalah cuci pirng.
Salah satu faktor terbesar dalam jiwa adalah malas,
ego, dan lainnya. pada beberapa hal ini menjadi salah satu faktor penghambat
pekerjaan, ada semangat kerja apabila dalam sekitar pribadinya aman dan tidak
ada halangan apapun. Sederhana saja bahwa orang malas biasanya lapar dan orang
rajin.
Orientasi
Pada Masyarakat
Orientasi pada
pembangunan yang efektif dalam era sekarang ini sangat strategis untuk
bagaimana masyarakat primitif yang sekarang ini nerasakan kesejahteraan yang positif.
masih tertinggal di daerah pedalaman ini yang harus memberikan mereka sebuah
peluang besar. Banyak orang memutar balik fakta dan kenyataan yang terjadi pada
masyarakat secara langsung bahwa, sebenarnya pembangunan yang harus melakukan
secara merata tetapi hanya berpikir individualisme yang menjadi tujuan
pembangunan. Jika dipandang bahwa ini adalah membangun pribadi bukan universal.
Suku mek mempunyai 8 distrik dan perangkat kampung yang banyak, dan untuk
berbicara pembangunan maka bisa saja terjadi perubahan 50% secara baik. Namun
zaman sekarang politik yang tidak bertanggungjawab dan politik hanya
semena-mena untuk kepentingan sesaat ini menjadi tujuan utama sehingga generasi
yang mempunyai bobot dan kualitas secara langsung tersembunyi. Ini adalah
secara langsung mematikan karakter anak bangsa yang ingin haus pembangunan
pengalaman yang kurang memungkinkan. Sehingga dengan adanya suku mek ini bisa saja
belajar yang lebih giat baik sisi teologis adat dan budaya yang ada seutuhnya. Dan
mengenal satu sama lain serta mempererat tali persaudaraan yang kokoh.