GEDUNG DIBANGUN DENGAN MENHABISKAN MILIARAN TETAPI TIDAK ADA PENGHUNI
google
Pendirian Yahukimo ditetapkan menurut Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2002 dan diresmikan pada 11 desember 2003. Kabupaten ini merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya yang berawal dari sebuah Distrik yakni Distrik Kurima, yang dimekarkan menjadi Distrik Ninia, Distrik Anggruk dan Distrik Apalahapsili, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan Kapubaten, minimal terdapat 3 distrik.Nama Yahukimo berasal dari nama empat suku yang bermukim di sana, yaitu Yali, Hubla, Kimyal, dan Momuna. Di kabupaten ini terdapat dua daerah yang cukup terkenal untuk penggemar trekking, yaitu Kurima dan Anggruk.Kabupaten Yahukimo yang berasal dari 3 distrik induk ini dulu terkenal dengan suku terasing atau masyarakat primitif yang kehidupannya identik dengan perang suku dan kanibalisme, seperti yang dimuat dalam buku tulisan Don Richardson berjudul Anak Perdamaian. Suku-suku yang terdapat di Kabupaten Yahukimo adalah Suku Yali, Hupla, Kimyal, Momuna, Una-Ukam, Mek, Yalimek, Ngalik, Tokuni, Obini, Karowai, Duwe, Obukain, Kopkaka dan Bese.
KALAU TERAPKAN NEPOTISME DI DALAM PEMERINTAHAN TERJADINYA SEPERTI INI
Sayangya gedung dibangun dengan menghabiskan dana triliunan, tetapi tidak ada penghuni kantor.Pemerintah harus terapkan manajemen pengawasan (controlling management) yang lebih baik serta ordonansi yang benar agar semua para tenaga kerja/pegawai aktif. Senin/9/7/2015. Salah satu dampak yang terjadi pada pemerintah kabupaten Yahukimo adalah tingkat konsolidasi yang menguamakan 95% sedangkan di kantor hanya 5% ini menjadi aneh. Hal ini bukan saja terjadi di kabupaten melainkan semua 51 kepala disrik, 51 kepala puskesmas, 51 kepala Sekolah serta 518 kampung semuanya tidak jelas dimana mereka. Hal itu membuat semua para pegawai satupun tidak ada yang masuk kantor. Hal ini hajrus pemerintah harus jeli melihat persolalan seperti ini.





