Senin, 08 Februari 2021

Motivasi Sederhana

                               Pemimpin yang sederhana

(foto by: mike martin 2003)

            Saya pernah menjadi ketua kelas di salah satu sekolah, disitu saya belajar menjadi pemimpin. Didalam kepemimpinan saya selama satu tahun, bayak kritikan dan masukan yang saya terima dari teman-teman sekelas saya. Banyak hal yang mereka tidak suka dari saya. Mungkin karena lambat memberitahukan jadwal menyapu, dan baca doa kepada teman-teman. kadang saya tidak masuk sekolah, kadangkala saya bolos. Hal seperti ini membuat teman-teman marah kepada saya, Bahkan mereka lapor kepada wali kelas untuk diberi hukuman kepada saya. Wali kelas menghormati saya sebagai pimpinan kelas, apapun konsekwensinya beliau menghargai setiap keputusan yang saya ambil. Tetapi yang melanggar aturan sekolah seperti bolos dan alpa, adalah kewajiban wali kelas untuk harus ditegur. Saya menghargai wali kelas, walau beliau menegus saya dengan nada keras dan memukul dengan sepotong kayu.

              Saya menceritrakan pengalaman sederhana diatas ini bukan karena sudah Menjadi pemimpin dan siap memimpin. Tetapi seorang pemimpin harus terlahir dengan sederhana, mampu menerima kritikan dalam bentuk apapun. Memiliki jiwa membangun karakter manusia dengan cara toleransi dan menjauhkan egoisme. Namun dewasa ini terdidik dengan jalannya zaman yang haus akan ilmu, pengetahuan dan teknologi, membuat para khalayak merasa jenuh, bosan dan tidak tertarik. Tips mudah dan sederhana untuk menjauhkan Itu adalah gampang sebenarnya. Mengenalilah diri Anda, siapakah yang Anda hadapi?  bagimanakah langkah yang harus diambil untuk menghadapi mereka? Semua  ada pada seorang pucuk pimpinan.

Waena, 08/02/2021

Coretan by:

 

Arius Tibul, S.I.Kom

                                                         

Motivasi Sederhana

                                Pemimpin yang  sederhana (foto by: mike martin 2003)               Saya pernah menjadi ketua kelas di sala...